Pedagang Asongan Gilimanuk Tewas Terjepit Truk di Dalam Kapal Feri, Korban Sempat Teriak Minta Tolong

Penulis: Yanto Prasetya  •  Sabtu, 23 Mei 2026 | 12:36:07 WIB
Pedagang asongan tewas terjepit truk di geladak kapal feri Gilimanuk.

NEGARA — Kecelakaan maut di dalam kapal feri merenggut nyawa seorang pedagang asongan di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, Kamis (21/5) pagi. Korban, Yanti (33), warga Lingkungan Penginuman, Kelurahan Gilimanuk, tewas setelah tubuhnya terjepit di antara truk dan dinding kapal saat hendak menjajakan dagangannya.

Bagaimana Kronologi Kecelakaan di Atas Kapal Feri Itu?

Peristiwa terjadi saat kapal feri tengah bersandar dan proses bongkar muat kendaraan berlangsung. Yanti yang biasa berjualan di area pelabuhan diduga sedang berjalan di antara kendaraan yang diparkir rapat di geladak kapal. Pada saat bersamaan, sebuah truk bergerak dan membuat korban tidak sempat menyelamatkan diri.

Tubuh Yanti terjepit antara bodi truk dan dinding kapal. Beberapa saksi di lokasi mendengar korban berteriak minta tolong, namun upaya evakuasi tidak bisa menyelamatkannya. Petugas kepolisian dari Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk yang tiba di lokasi langsung mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Negara.

Apa Kata Pihak Keluarga dan Petugas Pelabuhan?

Keluarga korban yang datang ke lokasi tak kuasa menahan tangis saat melihat kondisi Yanti. Mereka mengaku korban sehari-hari memang mencari nafkah dengan berjualan asongan di area pelabuhan, termasuk naik ke atas kapal saat kapal bersandar.

Pihak pengelola pelabuhan dan kepolisian masih melakukan investigasi terkait penyebab pasti kecelakaan ini. Belum ada pernyataan resmi dari manajemen PT ASDP Indonesia Ferry selaku pengelola pelabuhan penyeberangan Gilimanuk.

Siapa yang Paling Terdampak dari Insiden Ini?

Kepergian Yanti meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besarnya, terutama suami dan dua orang anak yang masih kecil. Sebagai tulang punggung keluarga, korban selama ini mengandalkan penghasilan dari berjualan asongan di Pelabuhan Gilimanuk—salah satu pelabuhan tersibuk di Bali yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali.

Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi para pedagang asongan yang biasa beraktivitas di dalam kapal. Area parkir kendaraan di geladak kapal feri kerap sempit dan minim ruang gerak, terutama saat kondisi kapal penuh dengan truk dan bus.

Apakah Ada Tindak Lanjut Hukum dari Kecelakaan Ini?

Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk masih melakukan pemeriksaan terhadap sopir truk yang terlibat dalam insiden tersebut. Belum ada penetapan tersangka karena proses penyelidikan masih berjalan. Petugas juga masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian.

Jenazah korban rencananya akan langsung dimakamkan oleh pihak keluarga di pemakaman umum Lingkungan Penginuman, Gilimanuk, setelah proses visum selesai dilakukan.

Berapa Sering Kecelakaan Serupa Terjadi di Pelabuhan Gilimanuk?

Kecelakaan yang melibatkan pejalan kaki di area pelabuhan, termasuk pedagang asongan, sebenarnya sudah beberapa kali terjadi. Area bongkar muat yang padat dan lalu lintas kendaraan berat yang terus bergerak menjadi risiko tinggi bagi para pedagang yang berjualan di dalam kapal. Hingga berita ini diturunkan, belum ada kebijakan khusus dari pengelola pelabuhan untuk membatasi akses pedagang asongan ke dalam kapal saat proses bongkar muat berlangsung.

Reporter: Yanto Prasetya
Sumber: radarbadung.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top