Pencarian

Pengamat Sebut Bali Ditekan Habis-habisan soal Penutupan TPA Suwung, Bandingkan dengan Bantargebang dan Kebon Kongok

Sabtu, 23 Mei 2026 • 23:30:24 WIB
Pengamat Sebut Bali Ditekan Habis-habisan soal Penutupan TPA Suwung, Bandingkan dengan Bantargebang dan Kebon Kongok
Pengamat membandingkan tekanan penutupan TPA Suwung dengan kondisi TPA Bantargebang dan Kebon Kongok.

Putu Artha membandingkan kondisi TPA Suwung dengan dua TPA besar lainnya di Indonesia. TPST Bantargebang di Bekasi, kata dia, hingga saat ini masih menerima residu sampah tanpa tekanan berarti untuk ditutup. Hal serupa terjadi pada TPA Kebon Kongok di Mataram, Nusa Tenggara Barat.

"Kenapa Bali saja yang ditekan habis-habisan untuk ditutup permanen Suwung itu? Sedangkan kasus yang sama di Kebon Kongok di Mataram, enggak. Sekarang saja di Bantargebang per 1 Agustus kan masih boleh residu masuk," ujar Artha seusai Talk Show Malu Dong x Aliansi BEM se-Bali Dewata Dwipa di Pantai Kelan, Kuta, Badung, Sabtu (23/5/2026) malam.

Dugaan Titipan Politik dari PT BTID

Mantan anggota Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) itu menduga besarnya tekanan terhadap TPA Suwung dibandingkan daerah lain karena adanya kepentingan politik tertentu. Ia menyinggung keterlibatan PT Bali Turtle Island Development (BTID) yang sebelumnya pernah meminta kawasan Suwung dibersihkan.

"Artinya sejak awal saya menduga, ini ada titipan politik dari tetangga sebelah yang sedang kerja ini. Agar zona ini tetap bersih. Karena jejak digitalnya kan sudah terjadi tahun 2023. Ketika itu BTID membuat konferensi pers untuk meminta membersihkan Suwung," imbuhnya.

Dampak Positif di Tengah Tekanan

Meski mengkritik, Artha menilai tekanan tersebut juga membawa dampak positif bagi Bali. Ia menilai hal itu mendorong perubahan kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah, termasuk mulai memilah sampah dari tingkat rumah tangga.

"Ini menguntungkan Bali sehingga habit, kebiasaan masyarakat mulai berubah dan kita dorong terus ke sana," kata Artha.

Peringatan: Jangan Tutup Sebelum PSEL Beroperasi

Di sisi lain, Artha mengingatkan penutupan TPA Suwung tanpa solusi alternatif justru berpotensi menimbulkan persoalan baru. Pemerintah mengakui masih belum siap menutup TPA Suwung pada 31 Agustus 2026 karena masih membutuhkan TPA alternatif.

Ia berharap Menteri Lingkungan Hidup tidak menutup TPA Suwung hingga fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) benar-benar beroperasi. "Kalau ingin Bali tetap bersih sementara ini, menunggu PSEL berfungsi," pungkasnya.

Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks