BANGLI — Harapan masyarakat untuk melihat fasilitas keamanan digital yang prima di jalur-jalur utama Kabupaten Bangli tampaknya harus tertahan. Sebanyak 40 titik kamera pengawas (CCTV) milik Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) setempat dilaporkan mengalami kerusakan dan tidak akan bisa diperbaiki hingga tahun depan.
Kondisi ini terjadi setelah anggaran perawatan dan pemeliharaan perangkat elektronik di instansi tersebut terpangkas akibat kebijakan efisiensi anggaran daerah. Akibatnya, perbaikan puluhan CCTV yang tersebar di titik-titik strategis seperti persimpangan jalan dan pusat keramaian terpaksa ditunda.
Pihak Dinas Kominfo Bangli belum merinci secara pasti besaran nominal anggaran yang dipotong. Namun, dampaknya langsung terasa pada sektor pemeliharaan perangkat teknologi informasi dan komunikasi. Kepala Dinas Kominfo Bangli menyebutkan bahwa prioritas anggaran saat ini dialihkan untuk kebutuhan operasional yang lebih mendesak.
Akibat pemangkasan ini, perangkat CCTV yang rusak tidak bisa segera diganti atau diperbaiki. “Kami sudah mendata kerusakan, tapi perbaikannya belum bisa dilakukan tahun ini karena anggaran belum tersedia,” ujar salah satu pejabat di lingkungan Dinas Kominfo Bangli.
Beberapa titik yang paling dikeluhkan warga antara lain di simpang empat Kintamani dan kawasan pasar tradisional Bangli. Kamera di lokasi tersebut sudah tidak berfungsi sejak beberapa bulan terakhir. Warga mengaku khawatir dengan menurunnya pengawasan keamanan di titik rawan kriminalitas.
“Kami jadi was-was, apalagi kalau malam hari. Dulu ada CCTV, sekarang mati semua,” keluh seorang pedagang di Pasar Bangli. Keluhan serupa juga muncul dari pengguna jalan yang kerap melintas di jalur utama menuju Kabupaten Buleleng.
Pihak Dinas Kominfo Bangli memastikan perbaikan baru bisa dilakukan pada awal tahun anggaran berikutnya. Artinya, masyarakat harus bersabar hingga tahun depan untuk menikmati kembali fungsi pengawasan kamera keamanan di ruang publik.
“Kami berharap tahun depan anggaran sudah normal kembali sehingga perbaikan bisa segera dilakukan,” tambah pejabat Dinas Kominfo. Sementara itu, pihak kepolisian setempat mengimbau warga untuk tetap waspada dan melapor jika melihat aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing.
Matinya puluhan CCTV ini secara langsung mengurangi fungsi pengawasan keamanan di ruang publik. Masyarakat yang selama ini mengandalkan kamera pengawas sebagai alat deteksi dini tindak kriminalitas merasa kehilangan. Beberapa kasus pencurian dan vandalisme di titik buta kamera dilaporkan meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Selain itu, fungsi rekaman CCTV yang biasa digunakan sebagai alat bukti oleh aparat penegak hukum juga terhambat. Polisi kini lebih mengandalkan patroli rutin dan saksi mata untuk mengungkap kasus kejahatan di wilayah Bangli.
Dinas Kominfo Bangli menyatakan akan mengoptimalkan perangkat CCTV yang masih berfungsi. Beberapa kamera di lokasi prioritas seperti kantor pemerintahan dan pusat kesehatan masih beroperasi normal. Pihak desa juga diminta untuk mengaktifkan kamera pengawas milik swadaya masyarakat guna menutupi kekurangan.
“Kami koordinasi dengan perangkat desa agar kamera milik warga bisa diintegrasikan sementara,” pungkasnya. Langkah ini diharapkan bisa meminimalisir risiko keamanan hingga anggaran pemeliharaan kembali tersedia tahun depan.