DENPASAR — Tongkat estafet kepemimpinan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali resmi berganti. Achris Sarwani kini resmi menjabat sebagai Kepala Perwakilan BI Bali yang baru, menggantikan pejabat sebelumnya.
Pengukuhan Achris Sarwani berlangsung di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kompleks Kantor Gubernur Bali, Jumat pekan lalu. Dalam posisi barunya, ia memiliki tugas krusial: mengawal stabilitas moneter dan sistem pembayaran di Bali, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Bali sebagai destinasi wisata utama memiliki tantangan ekonomi yang unik. Inflasi musiman saat liburan panjang hingga fluktuasi nilai tukar di sektor pariwisata menjadi perhatian utama.
Bagi pelaku UMKM dan masyarakat umum, kebijakan BI ke depan akan berpengaruh pada suku bunga kredit dan ketersediaan uang tunai, terutama menjelang hari raya keagamaan. Stabilitas harga bahan pokok menjadi indikator utama keberhasilan pengendalian inflasi daerah.
Di sisi lain, dorongan pertumbuhan ekonomi berarti BI akan aktif mendorong perluasan penggunaan QRIS dan digitalisasi transaksi di pasar tradisional, sentra oleh-oleh, dan destinasi wisata. Langkah ini bertujuan mempercepat arus transaksi serta meningkatkan inklusi keuangan masyarakat.
Pergantian pucuk pimpinan BI di daerah biasanya diikuti dengan penyelarasan strategi dengan kebijakan pemerintah pusat dan pemprov. Achris Sarwani diharapkan mampu menjembatani kebijakan moneter nasional dengan kebutuhan riil di lapangan, seperti menjaga daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga komoditas global.
Kantor Perwakilan BI Bali juga memiliki peran dalam mengawasi sistem pembayaran di bandara, pelabuhan, dan pusat-pusat wisata. Kepastian kebijakan dari pemimpin baru menjadi sinyal positif bagi investor dan pelaku usaha di sektor perhotelan dan perdagangan.
Biasanya, setelah prosesi pengukuhan, kepala perwakilan yang baru akan langsung melakukan konsolidasi internal dan pertemuan dengan pemangku kepentingan daerah. Rapat koordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Bali menjadi agenda prioritas untuk memastikan target inflasi tetap terkendali.
Publik dapat menantikan arahan kebijakan spesifik dalam waktu dekat, terutama terkait program BI untuk mendukung sektor unggulan Bali seperti pertanian, kerajinan, dan pariwisata berkelanjutan.
BI bersama pemerintah daerah menargetkan inflasi di Bali tetap berada dalam sasaran nasional, yakni kisaran 2,5 persen plus minus 1 persen. Namun, dengan karakteristik daerah wisata, antisipasi lonjakan harga saat musim libur menjadi pekerjaan rumah utama yang harus diantisipasi oleh kepemimpinan Achris Sarwani.