Lewat pengumuman resmi di laman dukungan Steam, Valve menyatakan tidak akan lagi memasok kartu hadiah fisik ke jaringan ritel. Stok yang tersisa di toko—seperti Best Buy—diprediksi habis terjual sebelum tahun berganti. Bagi pengguna yang masih memegang kartu fisik, Valve menjamin nilai di dalamnya tetap bisa ditukarkan kapan pun, selama hukum setempat mengizinkan.
Sejak kartu hadiah fisik pertama kali meluncur pada 2012, metode penipuan berbasis Steam Gift Card terus berevolusi. Valve mengaku sudah memasang berbagai lapisan pertahanan: bekerja sama dengan aparat penegak hukum dan peritel, menambahkan label peringatan di kartu, membatasi penukaran hanya pada mata uang yang sesuai dengan dompet pengguna, hingga menarik kartu dari wilayah yang mencurigakan.
Namun, semua langkah itu tidak cukup. "Semakin banyak batasan yang kami pasang, para penipu justru beradaptasi. Mereka terus berdampak pada pelanggan Steam dan individu lain yang tidak menaruh curiga. Karena itu kami mengambil keputusan sulit untuk mengakhiri program Steam Gift Card di toko ritel," tulis Valve dalam pernyataannya.
Keputusan ini diambil hanya beberapa pekan setelah Valve menerapkan sistem reservasi berbasis akun untuk Steam Controller terbaru yang dibanderol 99 dolar AS. Langkah tersebut diambil untuk memblokir calo dan bot yang sempat memborong stok hingga unitnya muncul di eBay dengan harga 300 dolar AS. Kini, hanya akun Steam dengan riwayat pembelian dan reputasi baik yang bisa memesan.
Pendekatan serupa—mempersempit celah bagi aktor jahat—menjadi pola yang konsisten di Valve. Dengan dihentikannya kartu fisik, penipu kehilangan salah satu alat paling efektif untuk meminta korban mentransfer uang dalam bentuk kartu yang sulit dilacak.
Pengguna yang terbiasa mengirimkan hadiah ke sesama pemain tidak perlu khawatir. Opsi digital Steam Gift Card—yang dikirim langsung lewat platform—tetap beroperasi penuh. Yang berakhir hanyalah versi plastik yang biasa digantung di rak kasir toko elektronik atau minimarket.
Bagi pengguna Indonesia, dampaknya mungkin baru terasa jika kartu fisik masih banyak beredar di gerai ritel lokal. Namun, dengan tren peralihan ke dompet digital dan pembayaran non-tunai, ketergantungan pada kartu fisik sebenarnya sudah menurun drastis dalam lima tahun terakhir. Valve hanya mempercepat proses yang sudah berjalan alami.