Valve tidak pernah setengah-setengah saat membangun ekosistem gamenya. Setelah Steam Controller dan Steam Machine, kini giliran Steam Frame—headset VR yang dirancang khusus untuk gaming—yang mulai menunjukkan wujud nyatanya. Sebuah video pendek yang diunggah di subreddit Steam Frame, dan dikreditkan ke sumber bernama LabeVR, memperlihatkan momen pertama kali headset itu dinyalakan.
Video Bocoran: Antarmuka Sederhana, Fokus pada Kemudahan
Dalam rekaman yang ditangkap melalui Valve Index—bukan Steam Frame langsung—terlihat layar selamat datang bertuliskan "Welcome to Steam Frame". Video itu kemudian memandu pengguna memahami fungsi kontroler, cara memunculkan dan menyembunyikan antarmuka, serta proses pairing dengan PC.
Yang menarik, Valve memilih pendekatan minimalis. Tidak ada menu berlapis atau asisten virtual yang ribet. Begitu headset menyala dan terhubung ke PC, pengguna langsung disambut dengan tampilan pustaka Steam yang memprioritaskan game VR. Intinya: colok, sambungkan, mainkan.
Koneksi Nirkabel via USB Dongle, Bukan Streaming Cloud
Berbeda dengan pendekatan Meta Quest 3 yang mengandalkan komputasi onboard, Steam Frame tetap bergantung pada PC sebagai otak utama. Valve menyertakan dongle USB Type-A yang secara nirkabel mentransmisikan data ke antena khusus di dalam headset. Ini berarti kualitas grafis sepenuhnya bergantung pada spesifikasi PC pengguna.
Untuk mengatasi beban transmisi video beresolusi tinggi, Valve menerapkan foveated streaming. Teknologi ini memanfaatkan pelacakan mata (eye tracking) bawaan headset untuk meningkatkan kualitas gambar hanya pada area yang sedang dilihat pengguna, sementara area di pinggiran visi diturunkan resolusinya. Hasilnya, bandwidth yang dibutuhkan lebih efisien tanpa mengorbankan pengalaman visual di titik fokus.
Keterbatasan AR: Hitam-Putih vs Warna Penuh
Satu catatan penting: Steam Frame hanya menawarkan passthrough hitam-putih. Artinya, kemampuan augmented reality (AR) perangkat ini tidak akan setajam Meta Quest 3 atau Pico 4 Ultra yang menyajikan tampilan dunia nyata berwarna penuh. Namun, Valve sejak awal memposisikan Steam Frame sebagai perangkat gaming murni, bukan headset serbaguna untuk AR atau mixed reality. Keputusan ini masuk akal mengingat target pasarnya adalah gamer PC yang menginginkan performa VR tinggi tanpa kompromi.
Musim Panas Jadi Batas Waktu: Harga dan Stok Masih Misteri
Valve telah mengonfirmasi bahwa Steam Frame dan Steam Machine akan dikirimkan pada musim panas tahun ini. Namun, perusahaan yang berbasis di Bellevue, Washington, itu belum mengumumkan tanggal pasti, harga jual, maupun jumlah unit yang akan diproduksi. Dengan musim panas yang hanya tersisa beberapa bulan lagi, pengumuman resmi diperkirakan akan datang dalam waktu dekat.
Bocoran video ini menjadi indikator paling kuat bahwa pengembangan perangkat lunak Steam Frame sudah memasuki tahap akhir. Jika Valve konsisten dengan jadwal yang diumumkan pekan lalu, para penggemar VR PC mungkin tidak perlu menunggu lama untuk bisa mencoba langsung headset yang satu ini.