DJI Osmo 360 II Resmi Meluncur, Kamera 360 Pertama dengan Video 8K 60fps

Penulis: Usman Harun  •  Kamis, 03 September 2026 | 18:49:31 WIB
DJI Osmo 360 II resmi diluncurkan di Bali dengan keunggulan utama perekaman video 8K 60fps, pertama di kelasnya.

BALI — DJI memanfaatkan jeda satu tahun sejak peluncuran Osmo 360 untuk menyempurnakan kekurangan pendahulunya. Osmo 360 II kini hadir dengan lensa yang lebih tahan gores dan bisa diganti pengguna, rating kedap air yang dioptimalkan untuk aktivitas bawah air, serta peningkatan kemampuan perekaman video.

Kelebihan Utama: Lensa yang Bisa Diganti Sendiri

Perbedaan fisik antara Osmo 360 II dan pendahulunya memang tipis. Dimensi bodi (61 x 36,3 x 81 mm) dan bobotnya (183 gram) identik, begitu pula layar OLED 2 inci serta dukungan konektivitas USB-C, Bluetooth 5.1, dan Wi-Fi 6.

Pembaruan paling krusial ada pada bagian optik. Lensa kini memiliki lapisan optik yang lebih keras untuk menahan goresan. Jika rusak karena terjatuh atau terbentur, pengguna bisa membeli kit pengganti lensa seharga Rp 750 ribuan dan memasangnya sendiri tanpa perlu mengirim unit ke pusat servis.

Dari sisi ketahanan air, ratingnya masih 10 meter tanpa casing. Namun, DJI kini secara resmi merekomendasikan kamera ini untuk digunakan snorkeling dan menyelam, berbeda dengan generasi sebelumnya yang tidak menyarankan perendaman sama sekali.

Spesifikasi Utama DJI Osmo 360 II

Berikut spesifikasi lengkap yang dibawa kamera anyar DJI ini:

  • Sensor: Dua buah sensor 1,1 inci
  • Bukaan aperture maksimal: f/1.9
  • Resolusi video maksimal: 8K pada 60fps
  • Resolusi foto: 120MP dengan dukungan HDR
  • Penyimpanan internal: 105GB plus slot microSD
  • Baterai: 2.150mAh (diklaim tahan 100 menit merekam 8K/30fps)
  • Bobot: 183 gram

Pertarungan Spesifikasi: Melampaui Insta360 X6

Keunggulan utama Osmo 360 II adalah kemampuannya merekam video 8K native di 60fps—sebuah pencapaian yang belum dimiliki kamera 360 lain, termasuk Insta360 X6 yang baru dirilis dan hanya sanggup mencapai 8K/50fps. Selain itu, DJI menambahkan satu stop dynamic range tambahan, mode slow motion 4K/240fps, dan timelapse hingga resolusi 16K.

Mode malam anyar bernama SuperNight 2.0 juga diklaim menghasilkan gambar lebih bersih dan tajam, kini mendukung perekaman hingga 60fps. Namun, peningkatan ini diduga bukan berasal dari sensor fisik baru—yang tampaknya masih identik dengan generasi sebelumnya—melainkan hasil optimasi pemrosesan gambar.

Performa rekaman 8K/60fps memang punya konsekuensi. Dalam pengujian di suhu ruangan tanpa pendingin eksternal, kamera bertahan sekitar 19 menit sebelum mati otomatis akibat panas berlebih. Untuk sesi syuting panjang, mode 8K/30fps yang stabil lebih disarankan.

Harga dan Ketersediaan di Pasar Global

Osmo 360 II mulai dijual global pada 2 September 2026. Paket Standar dibanderol £509 (sekitar Rp 10,4 juta), naik dari harga peluncuran Osmo 360 yang cuma £409,99 (sekitar Rp 8,4 juta).

Meski lebih mahal dari pendahulunya, harga ini masih lebih rendah ketimbang Insta360 X6 yang dipatok £619,99 (sekitar Rp 12,7 juta) untuk paket standarnya. DJI juga menjual paket Adventure Combo seharga £639 (sekitar Rp 13,1 juta) yang mencakup tiga baterai, charging case, dan tongkat selfie 1,2 meter.

Sayangnya, konsumen di Amerika Serikat belum bisa membeli kamera ini secara resmi karena izin regulasi dari pemerintah setempat masih diproses. Untuk pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia, DJI biasanya merilis produk 360 kameranya melalui distributor resmi, jadi kemungkinan besar kamera ini akan tersedia di toko ritel lokal.

Kesimpulan Awal

Osmo 360 II bukanlah lompatan revolusioner dalam hal kualitas gambar—peningkatannya terbilang evolusioner. Namun, DJI berhasil memperbaiki dua masalah terbesar dari model sebelumnya: ketahanan lensa dan kepercayaan diri untuk digunakan di bawah air.

Dengan harga yang lebih ramah kantong dibanding Insta360 X6 dan dukungan ekosistem aksesoris yang sudah matang, kamera ini menjadi pilihan paling masuk akal di kelasnya bagi kreator konten yang butuh perangkat serba bisa untuk merekam aktivitas outdoor maupun olahraga ekstrem.

Reporter: Usman Harun
Sumber: techradar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top