Karya Atiwa-Tiwa Ngaben Massal Desa Adat Kesiman Denpasar Digelar, Rangkaian Diikuti 508 Peserta

Penulis: Yanto Prasetya  •  Kamis, 03 September 2026 | 21:02:02 WIB
Ratusan krama mengikuti prosesi ngaben massal dalam rangkaian Karya Atiwa-Tiwa di Setra Desa Adat Kesiman, Denpasar Timur, Senin (…).

DENPASAR — Rangkaian upacara Karya Atiwa-Tiwa Desa Adat Kesiman secara kolektif diikuti ratusan krama yang tersebar dalam beberapa jenis prosesi berbeda. Kegiatan yang berlangsung di Setra Desa Adat Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur, ini merupakan ritual rutin yang digelar setiap lima tahun sekali oleh desa adat setempat.

Berdasarkan data yang disampaikan Jro Bendesa Adat Kesiman I Ketut Wisna, prosesi ngaben pada hari ini diikuti 34 sawa, 127 ngelangkir, dan 22 ngelungah. Rangkaian akan berlanjut ke prosesi Atma Wedana Maligia Punggel yang melibatkan 297 sawa, serta upacara metatah untuk 332 peserta.

Anggaran Punia dan Tujuan Kolektif Upacara

Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyerahkan punia saat mengikuti prosesi bersama jajaran Muspida serta para penglingsir puri di wilayah Kesiman. Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Anggota DPRD Kota Denpasar I Wayan Warka, dan Kabag Kesra Setda Kota Denpasar I Putu Agus Jayadi turut hadir dalam kesempatan tersebut.

Jaya Negara menyampaikan bahwa pelaksanaan karya agung ini merupakan wujud tanggung jawab sosial desa adat untuk meringankan beban warga dalam menjalankan upacara keagamaan. Ia menilai penggelaran secara kolektif membantu krama yang mungkin terkendala biaya jika melaksanakan upacara secara mandiri.

"Pelaksanaan Karya Atiwa-Tiwa ini merupakan bentuk tanggung jawab desa adat dalam membantu dan meringankan beban krama. Terlebih, upacara ini rutin dilaksanakan setiap lima tahun sekali, sehingga diharapkan dapat memberikan kemudahan dan kebermanfaatan bagi krama dalam melaksanakan upacara," ujar Jaya Negara.

Jadwal Prosesi hingga Puncak Atma Wedana

Prosesi ngaben massal yang digelar hari ini menjadi pembuka dari rangkaian panjang Karya Atiwa-Tiwa. Kegiatan kemudian berlanjut ke prosesi Atma Wedana yang dijadwalkan mulai 6 September 2026.

Setelah itu, rangkaian akan memasuki prosesi Mesasab atau larung abu yang dilaksanakan secara kolektif di Segara Padang Galak dengan melibatkan 508 peserta. Seluruh puncak acara dijadwalkan berlangsung pada Atma Wedana Maligia Punggel yang akan digelar 1 Oktober 2026 mendatang.

I Ketut Wisna berharap seluruh rangkaian prosesi dapat berjalan lancar dan memberikan kedamaian bagi warga yang terlibat. "Seluruh rangkaian Karya Atiwa-Tiwa ini diharapkan dapat berlangsung lancar dan khidmat, serta memberikan kerahayuan bagi seluruh krama dan umat yang terlibat," kata Wisna.

Reporter: Yanto Prasetya
Sumber: dutabalinews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top