Pencarian

Pemuda Buleleng Hidupkan Titik Nol Singaraja Lewat Panggung Musik "Suara Senja", Target Jadi Ikon Kesenian Publik

Kamis, 16 Juli 2026 • 15:48:31 WIB
Pemuda Buleleng Hidupkan Titik Nol Singaraja Lewat Panggung Musik
Pemuda Buleleng menggelar panggung musik "Suara Senja" di Titik Nol Singaraja setiap akhir pekan.

BULELENG — Ruang publik di jantung Kota Singaraja, yang dikenal sebagai Titik Nol, kini memiliki napas baru. Bukan sekadar tempat nongkrong, kawasan yang baru ditata ulang oleh pemerintah daerah itu mulai disulap menjadi panggung ekspresi bagi warga dan pelajar.

Gagasan dari Potensi Titik Nol yang Ramai

Ide pembentukan "Suara Senja" muncul dari pengamatan sekelompok pemuda kreatif terhadap potensi besar kawasan tersebut. Rajendra Siaga Tika, salah satu kru sekaligus gitaris acara itu, mengungkapkan bahwa Titik Nol Singaraja kini menjadi tempat berkumpul dan bersosialisasi warga secara alami.

"Kami melihat tempat ini sangat berpotensi menjadi wadah anak muda mengekspresikan diri," ujar Rajendra saat ditemui di kantor Diskominfosanti Buleleng, Kamis (16/7).

Konsep Inklusif: Terbuka untuk Semua Kalangan

Berbeda dari panggung musik kebanyakan, "Suara Senja" mengusung konsep inklusif tanpa batasan latar belakang penampil. Penyelenggara mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ambil bagian, mulai dari pelajar TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK sederajat, serta musisi umum.

Ke depannya, tim "Suara Senja" berencana menggandeng institusi pendidikan formal di Buleleng untuk berkolaborasi. "Kami ingin tempat ini menjadi hub untuk segala jenis ekspresi seni budaya. Bukan hanya musik, tapi tidak menutup kemungkinan ke depan ada teater, paduan suara, atau seni lainnya," jelas Rajendra.

Misi Besar: Menjadikan Titik Nol sebagai Ikon Kesenian Publik

Gelaran musik mingguan ini bukan sekadar ajang unjuk bakat musiman. Rajendra, alumni SMAN Bali Mandara itu, memiliki misi jangka panjang agar Titik Nol Singaraja bisa tumbuh menjadi ikon pusat kesenian publik yang hidup, mirip dengan ruang kreatif di kota-kota besar Indonesia.

"Rencana besarnya, kami ingin menjadikan Suara Senja ini sebagai titik di mana masyarakat bisa berkumpul, bersenda gurau, dan menikmati seni bersama. Kami ingin Titik Nol Singaraja ini hidup sebagai pusat kesenian publik bagi warga Buleleng," pungkasnya.

Saat ini, "Suara Senja" telah sukses diselenggarakan sebanyak tiga kali dan bersiap menyambut gelaran keempat pada akhir pekan mendatang. Acara ini diadakan secara konsisten setiap akhir pekan untuk memberikan hiburan rutin bagi masyarakat Buleleng.

Bagikan
Sumber: kanalbali.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks