Pencarian

SMK Pariwisata Yapparindo Buleleng Buktikan Kualitas, 80 Persen Siswa Langsung Terserap Industri Pariwisata Bali

Senin, 01 Juni 2026 • 11:44:01 WIB
SMK Pariwisata Yapparindo Buleleng Buktikan Kualitas, 80 Persen Siswa Langsung Terserap Industri Pariwisata Bali
Lulusan SMK Pariwisata Yapparindo Buleleng 80 persen terserap industri pariwisata Bali.

BULELENG — Sebanyak 80 persen dari total lulusan SMK Pariwisata Yapparindo di Buleleng sudah terserap oleh industri pariwisata di Bali. Angka tersebut dirilis pihak sekolah sebagai hasil dari program pemagangan dan kerja sama dengan jaringan hotel serta restoran di kawasan Singaraja, Lovina, hingga Nusa Dua.

Kunci Sukses: Pemagangan yang Berujung Kontrak Kerja

Tingginya angka serapan ini bukan kebetulan. SMK Pariwisata Yapparindo menerapkan sistem pembelajaran berbasis industri, di mana siswa menjalani praktik kerja lapangan (PKL) di sejumlah hotel berbintang dan restoran. Kepala sekolah menyebut bahwa sebagian besar siswa yang magang langsung direkrut oleh tempat mereka praktik.

"Mereka sudah terbiasa dengan standar operasional hotel. Jadi saat lulus, perusahaan tidak perlu melatih ulang dari nol," ujarnya.

Jurusan Apa Saja yang Paling Diburu Industri?

Dari data yang dihimpun, jurusan tata boga dan perhotelan menjadi dua program keahlian dengan tingkat penyerapan tertinggi. Banyak siswa dari jurusan ini ditawari kontrak kerja bahkan sebelum pengumuman kelulusan resmi. Sementara itu, jurusan perjalanan wisata juga mencatat peningkatan permintaan seiring maraknya wisatawan asing yang kembali ke Bali.

Dampak bagi Perekonomian Lokal Buleleng

Kondisi ini berdampak langsung pada pengurangan angka pengangguran di kalangan usia produktif di Buleleng. Dengan rata-rata gaji awal yang sesuai standar UMK, lulusan SMK tidak lagi menjadi beban keluarga. Orang tua siswa yang diwawancarai mengaku lega karena anak-anak mereka tidak perlu merantau ke kota lain untuk mencari kerja.

Apakah Sekolah Lain Bisa Meniru Model Ini?

Keberhasilan Yapparindo menjadi studi kasus bagi SMK lain di Bali. Dinas Pendidikan setempat mendorong agar sekolah vokasi memperkuat hubungan dengan dunia usaha. Model pembelajaran berbasis industri dinilai paling efektif untuk memangkas kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan pasar.

Ke depan, sekolah menargetkan serapan 100 persen dengan memperluas kerja sama ke sektor MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) dan kapal pesiar.

Bagikan
Sumber: radarbali.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks