Pencarian

DJ Gebby Vesta Ungkap Dugaan Pemerasan Sopir Taksi di Kuta Utara, Tarif Rp300 Ribu Masih Diminta Tambah Rp200 Ribu

Selasa, 02 Juni 2026 • 14:21:01 WIB
DJ Gebby Vesta Ungkap Dugaan Pemerasan Sopir Taksi di Kuta Utara, Tarif Rp300 Ribu Masih Diminta Tambah Rp200 Ribu
Gebby Vesta mengungkap dugaan pemerasan sopir taksi terhadap turis asing di Kuta Utara.

BADUNG — Gebby Vesta, selebritas dan disc jockey (DJ) kenamaan, mengungkap dugaan pemerasan yang menimpa seorang turis asing di Kuta Utara. Insiden ini terjadi saat wisatawan tersebut menggunakan jasa taksi lokal dengan tarif awal yang telah disepakati sebesar Rp300 ribu.

Dalam video yang diunggah Gebby, sopir taksi tiba-tiba meminta tambahan Rp200 ribu di akhir perjalanan. Permintaan itu disampaikan dengan nada memaksa, membuat wisatawan asing tersebut merasa terintimidasi dan tidak nyaman.

Modus Tarif Tambahan di Luar Kesepakatan

Modus yang diungkap Gebby Vesta ini bukanlah yang pertama kali terjadi di Bali. Sopir taksi nakal kerap memanfaatkan situasi wisatawan yang tidak paham tarif lokal atau rute perjalanan.

Tarif Rp300 ribu yang disepakati di awal perjalanan tiba-tiba berubah menjadi Rp500 ribu dengan alasan tertentu. Gebby menyebut praktik ini sudah merugikan citra pariwisata Bali yang mengandalkan keramahan dan transparansi.

Reaksi Publik dan Kekhawatiran Wisatawan

Unggahan Gebby Vesta langsung menuai reaksi keras dari warganet. Banyak yang mengaku pernah mengalami kejadian serupa saat berlibur di Pulau Dewata.

Kekhawatiran kini muncul di kalangan calon wisatawan yang khawatir menjadi korban pemerasan serupa. Sebagian pengguna media sosial mendesak Dinas Perhubungan Badung dan pihak kepolisian untuk segera menindak tegas oknum sopir taksi tersebut.

Apa Langkah Selanjutnya bagi Dinas Perhubungan Badung?

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Perhubungan Kabupaten Badung maupun Polres Badung. Gebby Vesta sendiri mendorong agar wisatawan yang menjadi korban segera melapor ke pihak berwenang.

Ia berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi seluruh pelaku jasa transportasi di Bali untuk tidak merusak nama baik daerah hanya karena ulah segelintir oknum. Transparansi tarif dan pelayanan ramah harus tetap dijaga demi keberlanjutan sektor pariwisata Bali.

Bagikan
Sumber: radarbadung.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks