Pencarian

Perahu Nelayan Terbalik di Perairan Sanggalangit Buleleng, Enam Pemancing Berhasil Dievakuasi Tim SAR Gabungan

Jumat, 05 Juni 2026 • 18:26:29 WIB
Perahu Nelayan Terbalik di Perairan Sanggalangit Buleleng, Enam Pemancing Berhasil Dievakuasi Tim SAR Gabungan
Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi enam pemancing setelah perahu mereka terbalik di Perairan Sanggalangit, Buleleng.

BULELENG — Enam orang pemancing berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan setelah perahu yang mereka naiki mengalami kecelakaan di Perairan Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (8/4/2025) dan langsung mendapat respons cepat dari berbagai unsur SAR di lapangan.

Kronologi Kecelakaan: Cuaca dan Gelombang Jadi Penyebab

Berdasarkan informasi yang dihimpun, perahu jenis jukung yang ditumpangi para pemancing terbalik diduga akibat dihantam gelombang tinggi. Cuaca di perairan utara Bali pada saat kejadian dilaporkan kurang bersahabat dengan kecepatan angin yang cukup kencang.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polairud, dan nelayan setempat langsung bergerak setelah menerima laporan. Proses evakuasi berlangsung sekitar satu jam hingga seluruh korban berhasil diangkat ke perahu karet milik tim penyelamat.

Identitas dan Kondisi Korban Selamat

Keenam pemancing yang selamat telah diidentifikasi. Mereka adalah warga lokal sekitar Buleleng yang biasa melaut untuk memancing di sekitar perairan Sanggalangit. Setelah dievakuasi, seluruh korban dibawa ke posko darurat untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

“Semua korban dalam keadaan selamat dan tidak mengalami luka serius. Mereka hanya mengalami syok ringan akibat kejadian,” ujar koordinator lapangan tim SAR gabungan di lokasi kejadian.

Langkah Evakuasi dan Imbauan Keselamatan

Proses evakuasi dilakukan dengan memanfaatkan perahu karet dan alat keselamatan standar. Tim SAR juga menerjunkan personel untuk menyisir area sekitar guna memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal.

Pihak Basarnas setempat mengimbau para nelayan dan pemancing untuk selalu menggunakan alat keselamatan berupa jaket pelampung saat melaut. Selain itu, mereka diminta untuk memantau prakiraan cuaca dari BMKG sebelum berlayar, terutama di musim peralihan yang rawan gelombang tinggi.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Melihat Kecelakaan Laut?

Masyarakat yang berada di sekitar lokasi kejadian atau melihat kecelakaan laut diminta segera melapor ke kantor Basarnas terdekat atau menghubungi nomor darurat 115. Respons cepat dari warga sangat membantu mempercepat proses evakuasi dan penyelamatan korban.

Bagikan
Sumber: radarbali.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks