DENPASAR — Gubernur Bali Wayan Koster hadir langsung dalam malam apresiasi yang digelar Kemendagri untuk menerima dua penghargaan bergengsi. Penghargaan peringkat pertama kategori Pengendalian Inflasi diserahkan oleh Ketua Komisi IV DPR Titiek Soeharto, sementara penghargaan peringkat pertama kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting diberikan oleh Menteri Perumahan dan Permukiman Maruarar Sirait.
Bali Dominasi Penghargaan Tingkat Kabupaten dan Kota
Tak hanya di level provinsi, kinerja daerah di Bali juga mendominasi kategori serupa untuk tingkat kabupaten dan kota. Untuk kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting, peringkat pertama diraih Kabupaten Badung, disusul Kabupaten Gianyar di posisi kedua, dan Kabupaten Tabanan di peringkat ketiga. Sementara itu, untuk tingkat kota, penghargaan peringkat pertama diterima oleh Kota Denpasar.
“Peringkat satu tingkat kabupaten diraih oleh Kabupaten Badung disusul peringkat dua dan tiga diperoleh oleh Kabupaten Gianyar dan Tabanan, sedangkan peringkat satu tingkat kota diterima oleh Kota Denpasar,” ujar Gubernur Koster dalam keterangan resmi yang diterima di Denpasar.
Kabupaten Gianyar dan Kota Denpasar Raih Prestasi Lain
Selain prestasi utama, dua daerah di Bali juga mencatatkan namanya di kategori lain. Kabupaten Gianyar meraih peringkat ketiga dalam kategori Creative Financing tingkat kabupaten. Sementara itu, Kota Denpasar berhasil menjadi peringkat ketiga dalam kategori Penurunan Tingkat Pengangguran tingkat kota.
Total insentif apresiasi yang diterima oleh seluruh daerah di Bali dari ajang ini mencapai angka yang signifikan. Untuk setiap peringkat pertama, baik provinsi, kabupaten, maupun kota, masing-masing mendapatkan Rp3 miliar. Peringkat kedua mendapat Rp2 miliar, dan peringkat ketiga Rp1 miliar.
Mendagri: Ini Bukan Sekadar Kompetisi, Tapi Bukti Kinerja
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa apresiasi ini bertujuan mendorong iklim kompetisi yang sehat antardaerah. Ia menyebut, di tengah banyaknya kasus hukum yang menjerat oknum kepala daerah, masih banyak pemimpin daerah yang berprestasi dan perlu diapresiasi.
“Ini perlu diangkat bahwa banyak juga pemimpin-pemimpin yang bagus sehingga ada kepercayaan dari publik kepada para kepala daerah,” ucap Mendagri Tito.
Menariknya, Mendagri secara khusus menyoroti konsistensi Bali dalam ajang ini. Ia mengungkapkan bahwa Bali sengaja tidak digabungkan dalam satu regional dengan Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) agar kompetisi lebih adil. “Untuk Bali tidak kita gabungkan dengan regional NTB, NTT, karena kalau masuk regional itu pasti akan menang lagi, Bali masuk regional Jawa-Bali pun menang lagi,” ujarnya.
Empat Kategori Penghargaan dan Sistem Regional Baru
Apresiasi Pemerintah Daerah 2026 Regional Jawa-Bali tahun ini memberikan penghargaan dalam empat kategori utama. Keempatnya meliputi Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting, Creative Financing, Pengendalian Inflasi, serta Penurunan Tingkat Pengangguran. Sistem penilaian tahun ini juga mengalami perubahan dengan membagi enam regional untuk menciptakan persaingan yang lebih setara, terutama bagi daerah dengan kapasitas fiskal terbatas.