BALI — Pergerakan rupiah yang negatif pagi ini menempatkannya sebagai salah satu mata uang dengan performa terburuk di Asia, bersama won Korea Selatan yang ambles 0,38 persen. Dari data yang dihimpun, hanya ringgit Malaysia yang mampu perkasa dengan apresiasi 0,31 persen, sementara peso Filipina dan dolar Hong Kong mencatat kenaikan tipis.
Dolar AS Kembali Kuat Usai Inflasi Inti Melesat
Analis mata uang DOO Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan tekanan pada rupiah berasal dari eksternal. Data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS yang dirilis menunjukkan inflasi inti naik ke level tertinggi sejak Oktober 2023. Angka ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan kembali menaikkan suku bunga acuan.
"Pernyataan hawkish dari sejumlah pejabat The Fed juga meningkatkan prospek kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS," ujar Lukman dalam keterangannya kepada CNNIndonesia.com.
Siapa Paling Terdampak Pelemahan Rupiah?
Pelemahan rupiah ke level Rp17.987 per dolar AS memberikan tekanan langsung pada tiga kelompok. Pertama, importir bahan baku dan barang modal yang harus merogoh kocek lebih dalam untuk pembelian dalam dolar. Kedua, perusahaan dengan utang berbasis dolar AS akan mencatat kenaikan beban bunga dalam laporan keuangan kuartal kedua. Ketiga, masyarakat kelas menengah yang mengonsumsi barang impor seperti gawai, obat-obatan, dan bahan pangan tertentu akan merasakan kenaikan harga.
Bisakah Rupiah Bangkit Hari Ini?
Lukman memperkirakan pergerakan rupiah masih akan berada di zona merah dengan rentang perdagangan antara Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS pada sesi hari ini. Level Rp18.000 menjadi batas psikologis yang kritis; jika ditembus, tekanan jual terhadap rupiah diprediksi semakin deras.
Di sisi lain, Bank Indonesia diperkirakan akan tetap berada di pasar untuk melakukan intervensi guna menjaga stabilitas kurs, terutama menjelang akhir pekan. Investor dan pelaku bisnis disarankan untuk mencermati pergerakan indeks dolar AS dan data tenaga kerja AS pekan depan sebagai indikasi arah kebijakan The Fed selanjutnya.
Bagaimana cara melindungi nilai aset dari pelemahan rupiah?
Investor dapat mempertimbangkan alokasi aset ke instrumen berbasis dolar AS seperti deposito valas atau reksa dana pasar uang dolar. Pelaku bisnis yang memiliki kewajiban impor disarankan untuk melakukan lindung nilai (hedging) melalui kontrak forward atau swap dengan bank.
Apakah pelemahan ini hanya sentimen sementara?
Tekanan terhadap rupiah bersifat jangka pendek jika data inflasi AS berikutnya mereda. Namun, jika The Fed benar-benar menaikkan suku bunga, tren pelemahan rupiah bisa berlanjut hingga beberapa pekan ke depan. Pasar menunggu pidato Gubernur The Fed Jerome Powell pekan depan untuk konfirmasi lebih lanjut.
Apa yang dilakukan BI untuk menahan pelemahan?
Bank Indonesia biasanya melakukan operasi pasar terbuka dengan menjual surat berharga atau intervensi langsung di pasar spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF). Langkah ini bertujuan menjaga pasokan dolar AS agar kurs tidak bergerak terlalu volatil.