BALI — Pernyataan Bessent disampaikan di sela-sela pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 di Asheville, North Carolina, sebagaimana dilaporkan AFP, Sabtu (5/9/2026). Ia mengapresiasi sikap UE yang dinilainya tegas dan datang lebih awal.
"Kami menghargai sikap kuat dan awal mereka," ujar Bessent.
Bessent menilai dukungan UE memperlihatkan tekanan internasional terhadap Iran kian meluas. Washington, kata dia, berkomitmen memutus seluruh jalur keuangan yang masih memungkinkan Teheran terhubung dengan sistem keuangan global.
Dokumen yang Jadi Rujukan Bessent
Dokumen yang dimaksud Bessent diterbitkan Komisi Eropa pada 31 Agustus, bertepatan dengan pembukaan pertemuan G20 di Asheville. Isinya menyoroti program nuklir dan rudal balistik Iran, aktivitas yang dinilai mengganggu stabilitas kawasan dan Eropa, dukungan militer ke Rusia dalam perang Ukraina, serta penindasan terhadap masyarakat Iran.
Pernyataan tersebut memang menegaskan dukungan terhadap peningkatan tekanan ekonomi kepada Iran. Namun, tidak ada klausul yang menyatakan Brussels secara formal mengambil bagian dalam operasi yang digagas Washington tersebut.
Klaim Versus Realitas Diplomasi
Pernyataan Bessent muncul di tengah upaya AS memperluas koalisi penekan ekonomi terhadap Iran. Sejauh ini, Washington gencar mendorong sekutunya untuk memperketat pembatasan keuangan, khususnya yang berkaitan dengan transaksi minyak dan akses perbankan internasional.
Bagi pelaku pasar dan pengamat kebijakan luar negeri, perbedaan antara klaim AS dan isi dokumen resmi UE menjadi catatan penting. Sikap UE selama ini kerap berbeda dengan pendekatan AS dalam isu Iran, terutama setelah era perjanjian nuklir 2015 yang kemudian ditinggalkan Washington secara sepihak.
Belum ada tanggapan resmi dari Teheran mengenai pernyataan Bessent. Iran selama ini membantah seluruh tuduhan yang dilayangkan AS dan sekutunya, termasuk soal pengembangan senjata nuklir dan pasokan drone ke Rusia.
Kampanye yang disebut Operation Economic Outcast ini merupakan bagian dari strategi tekanan maksimum AS yang kembali digencarkan. Efektivitas operasi tersebut masih diuji, mengingat Iran telah mengembangkan jaringan dagang dan mekanisme pembayaran alternatif untuk menghindari sanksi Barat.