DENPASAR — Sebanyak delapan dari sembilan kabupaten/kota di Bali diprakirakan menikmati cuaca cerah berawan sepanjang hari pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8). Kondisi ini dinilai ideal untuk menggelar upacara pengibaran bendera di tingkat kabupaten maupun desa sejak pagi hari.
Prakirawan BBMKG Wilayah III Denpasar, Eka Putra Wirawan, menyampaikan cuaca cerah berawan diprediksi berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WITA di hampir seluruh wilayah Pulau Dewata.
Bangli Berpotensi Hujan Saat Upacara Penurunan Bendera
Pengecualian diberikan untuk Kabupaten Bangli. BBMKG memprakirakan hujan turun di wilayah tersebut pada pukul 17.00 WITA, waktu yang kerap dipakai untuk menggelar upacara penurunan bendera.
Eka mengimbau panitia pelaksana upacara di Bangli menyiapkan langkah antisipasi, seperti menyediakan tenda atau memindahkan lokasi kegiatan ke area yang terlindungi jika hujan turun.
Suhu dan Angin: Kondisi Nyaman untuk Aktivitas Luar Ruangan
Secara umum, suhu udara di Bali pada hari kemerdekaan nanti diprakirakan berkisar antara 19 hingga 31 derajat Celcius. Kecepatan angin diperkirakan mencapai 9-18 kilometer per jam, memberikan suasana yang relatif sejuk bagi peserta upacara.
Memasuki malam hingga dini hari Selasa (18/8), seluruh wilayah Bali diprakirakan kembali cerah berawan dan cerah. Kondisi ini memungkinkan masyarakat untuk menggelar berbagai kegiatan hiburan atau refleksi kemerdekaan di luar ruangan tanpa gangguan cuaca.
Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Selatan Bali
Meski cuaca di daratan bersahabat, BBMKG Denpasar mengingatkan para nelayan dan operator kapal untuk mewaspadai kondisi laut. Pola angin di perairan utara Bali pada 17-20 Agustus 2026 diprakirakan bertiup dari arah timur-selatan, sementara di perairan selatan bertiup dari timur-tenggara dengan kecepatan hingga 20 knot.
Ketinggian gelombang laut di perairan selatan Bali, Selat Lombok bagian selatan, Selat Badung, dan Selat Bali bagian selatan diprakirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter. Adapun di Selat Lombok bagian utara, gelombang diperkirakan mencapai hingga 2,5 meter.
Masyarakat pesisir dan pengguna transportasi laut diminta tetap waspada terhadap potensi peningkatan kecepatan angin yang bisa memengaruhi keselamatan pelayaran. Kondisi gelombang tinggi ini lazim terjadi di perairan selatan Bali yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia.