DENPASAR — Industri desain interior di Bali mendapat angin segar melalui kehadiran instalasi "Modulus Laminata". Karya kolaborasi TACO dan Studio Banda ini mengolah sisa material HPL yang selama ini dianggap limbah produksi menjadi objek desain bernilai estetika dan fungsi baru.
Instalasi tersebut menjadi bukti nyata bagaimana pendekatan desain sirkular mampu memperpanjang umur material. TACO sengaja menggandeng pelaku industri kreatif untuk memperluas wawasan para arsitek dan desainer tentang potensi material yang selama ini terbuang.
Mengubah Limbah HPL Menjadi Karya Fungsional
Konsep utama "Modulus Laminata" adalah mengubah paradigma lama tentang sisa produksi. Alih-alih berakhir di tempat pembuangan akhir, potongan HPL yang tidak terpakai justru dirangkai menjadi elemen desain yang punya nilai jual dan fungsi praktis.
Melalui pendekatan ini, TACO ingin menunjukkan bahwa kreativitas dan pendekatan desain yang tepat dapat menjadi jawaban atas persoalan limbah industri. Inisiatif ini sekaligus menjadi contoh konkret bagi pelaku industri interior di Indonesia untuk mulai beralih ke praktik yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Komitmen Zero Waste dan Ruang Edukasi Desainer
Anastasia Tirtabudi, Chief Marketing Officer TACO, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap prinsip zero waste merupakan bagian dari pengelolaan material yang bertanggung jawab di sepanjang proses bisnis. Menurutnya, material sisa tidak harus berhenti sebagai limbah, tetapi dapat kembali diolah menjadi karya yang memiliki fungsi dan nilai baru.
"Kami berharap Modulus Laminata dapat menjadi salah satu contoh bagaimana kolaborasi lintas industri dapat mendorong penerapan desain sirkular sekaligus membuka lebih banyak ruang bagi kreativitas dan inovasi di Indonesia," ujar Anastasia dalam keterangan yang diterima, Selasa (4/2).
Senada dengan itu, Cokorda Suryanata, Founder Studio Banda, menambahkan bahwa keterbatasan material justru dapat menjadi titik awal lahirnya kreativitas. Ia berharap kolaborasi ini mampu mendorong lebih banyak desainer untuk melihat desain sirkular sebagai pendekatan yang relevan bagi masa depan industri.
Workshop dan TACO Material Studio Bali
Tidak sekadar pameran, TACO melalui TACO Social Club Bali juga menggelar talk show dan workshop bagi para desainer dan arsitek. Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak mengolah langsung sisa HPL menjadi kreasi lampu, memberikan pengalaman praktis tentang penerapan desain sirkular.
Upaya ini juga didukung keberadaan TACO Material Studio Bali yang berlokasi di Sunset Road. Fasilitas ini berfungsi sebagai ruang inspirasi dan solusi material, menyediakan akses terhadap beragam produk TACO sekaligus menjadi tempat diskusi bagi para profesional untuk mengeksplorasi aplikasi produk secara langsung.
Kehadiran TACO Material Studio Bali memperkuat peran perusahaan dalam mendukung perkembangan komunitas desain di Pulau Dewata, sekaligus menjadi pusat edukasi material berkelanjutan bagi generasi desainer berikutnya.