Pencarian

Pameran Filateli Internasional di Denpasar Hadirkan Surat Terpanjang di Dunia Karya Imam Muhayat, 608 Prangko Dipamerkan

Rabu, 19 Agustus 2026 • 13:01:31 WIB
Pameran Filateli Internasional di Denpasar Hadirkan Surat Terpanjang di Dunia Karya Imam Muhayat, 608 Prangko Dipamerkan
Pengunjung mengamati koleksi surat terpanjang di dunia karya Imam Muhayat dalam Eksibisi Filateli Internasional di Aula STAI Denpasar, Bali.

DENPASAR — Surat terpanjang di dunia yang diciptakan selama 1.001 malam menjadi daya tarik utama dalam Eksibisi Filateli Internasional di Aula STAI Denpasar. Karya H. Imam Muhayat itu memuat 307 prangko dalam negeri dan 301 prangko luar negeri dari berbagai benua, menjadikannya salah satu koleksi filateli paling komprehensif yang pernah dipamerkan di Bali.

Pameran yang digelar atas kerja sama STAI Denpasar dan Al Hayat Foundation ini dihadiri Waket III Dr. Sudarsono, Ketua MUI Provinsi Bali Drs. H. Mahrusun, staf Pos Indonesia Renon Fitri, serta akademisi dan advokat Prof. Dr. Nurianto RS. Acara ini juga menjadi momentum semarak 81 Tahun Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.

Proses Kreatif 1.001 Malam yang Tercatat MURI

Imam Muhayat, dosen senior STAI Denpasar, menjelaskan bahwa penciptaan surat terpanjang di dunia ini memakan waktu kurang lebih 1.001 malam. Karya tersebut tidak hanya berisi surat biasa, melainkan menggabungkan terbitan seri perangko, meterai tempel, meterai kertas, postcard, dan benda-benda filateli lainnya.

"Kalau surat terpanjang di dunia itu sudah tercatat di Museum Rekor MURI. Dalam proses penciptaannya saya hitung kurang lebih 1.001 malam. Terbitan seri perangko, meterai tempel, meterai kertas, postcard, surat-surat filateli, dan benda-benda filateli menjadi media kajian tafsir-tafsil dalam Hermeneutics Filateli nasional dan internasional," ujarnya.

Koleksi Lengkap: 18 Lembar Surat Dalam Negeri dan 13 dari Luar Negeri

Ketua Panitia Pameran Filateli Internasional, Kambali Zutas, merinci bahwa surat tercatat dalam negeri mencapai 18 lembar dan berasal dari luar negeri berjumlah 13 lembar. Selain itu, pameran ini menampilkan 31 meterai tempel, dua lembar kertas meterai, lima postcard dalam negeri, dan satu postcard dari luar negeri.

"Pameran kali ini terdapat prangko separatif dari suratnya, 307 prangko dalam negeri dan 301 prangko luar negeri dari sejumlah belahan benua di dunia yang dilakukan filatelis sendiri, Imam Muhayat," kata Kambali.

Nilai Edukasi dan Silaturahmi Lintas Komunitas

Prof. Dr. Nurianto RS menilai pameran ini memiliki peran penting sebagai ajang silaturahmi sekaligus kegiatan kognitif akademik. Menurutnya, proses inovasi dan kreatif yang dilakukan Imam Muhayat memerlukan waktu sangat panjang dan tidak sekadar bernilai sertifikat penghargaan.

"Sebuah produk karya tidak hanya bernilai selembar sertifikat penghargaan, lebih daripada itu bermakna rentang cermin panjang yang dapat menjadi wahana edukasi kapan waktu yang tepat dihadirkan," jelas Prof. Nurianto.

Ia juga mengapresiasi keputusan Imam Muhayat yang menyerahkan bukti karya tersebut untuk koleksi museum di Indonesia. "Jika hal tersebut terjadi, tentu hari ini tidak bisa kita saksikan bersama lewat Eksibisi Filateli Internasional yang diselenggarakan di STAI Denpasar hari ini," pungkasnya.

Apresiasi Seniman dan Dukungan Lembaga Pendidikan

Di tengah acara, perupa senior Bali Teguh Ritma Iman membuat sketsa di atas dua lembar kertas yang kemudian dihadiahkan kepada Prof. Nurianto dan Imam Muhayat. Sementara itu, Direktur Lembaga Pendidikan Al-Ma'ruf Modern Denpasar, Dr. Jumari, memberikan penguatan semangat agar pelaksanaan acara bermanfaat bagi masyarakat luas.

Kambali Zutas menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya acara ini, termasuk kalangan jurnalis dan PT Pos Indonesia Bali. Eksibisi ini juga menjadi aktualisasi tafsir atas berbagai bentuk fenomena ruang kehidupan, mencakup konsepsi intelektual, sosial, kinestetik moralis, dan spiritual-religi.

Follow pojokbali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: baliekbis.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks