DENPASAR — Ketua Bawaslu Bali I Putu Agus Tirta Suguna menerima jajaran pengurus Kwarda Bali di kantornya untuk membahas kelanjutan kemitraan kedua lembaga. Pertemuan itu menandai langkah lanjutan setelah Saka Adhyasta Pemilu dicanangkan sebagai wadah pembinaan kepemiluan bagi anggota Pramuka.
Bawaslu Bali menyatakan kesiapan memfasilitasi pembinaan Saka hingga tingkat kabupaten dan kota. Dukungan itu mencakup penyediaan materi edukasi kepemiluan bagi anggota Pramuka Penegak dan Pandega di seluruh Bali.
Saka Adhyasta Pemilu Masih Berstatus Rintisan
Sekretaris Bidang Satuan Karya, Satuan Komunitas, dan Gugus Darma (SAKOMA) Kwarda Bali, Rudianto, menyebut Saka Adhyasta Pemilu merupakan satu dari 14 Saka yang berada di bawah pembinaan Kwarda Bali. Statusnya kini masih rintisan, belum berdiri penuh seperti Saka lain.
Kondisi itu membuat percepatan penataan kelembagaan jadi kebutuhan mendesak. Rudianto mendorong penyusunan struktur pengurus serta koordinasi teknis intensif antara Bawaslu dan Kwartir Cabang se-Bali agar program edukasi demokrasi berjalan terstruktur.
"Saka Adhyasta Pemilu adalah wadah penting bagi Pramuka Penegak dan Pandega untuk mengasah kepemimpinan dan literasi kepelumian. Melalui koordinasi yang solid antara Bawaslu dan kwartir di tingkat kabupaten/kota, kita ingin memastikan rintisan Saka ini berkembang pesat dan aktif menyelenggarakan pembinaan," ungkap Rudianto.
Bawaslu Siap Jadi Pemateri Kemah Pamong dan Instruktur
Kwarda Bali mengajak Bawaslu berbagi pengetahuan lewat agenda pendidikan kepramukaan. Agenda terdekat adalah Kemah Pamong dan Instruktur Saka yang dijadwalkan berlangsung November 2026.
Dalam kegiatan itu, Bawaslu Bali diharapkan hadir sebagai pemateri utama. Materi yang disiapkan mencakup pengawasan pemilu modern bagi para instruktur dan pamong Saka.
I Putu Agus Tirta Suguna menegaskan seluruh jajaran Bawaslu Bali, dari provinsi hingga kabupaten/kota, siap bersinergi dengan kwartir. Menurutnya, edukasi kepelumian lewat Pramuka bisa mencetak agen pencegahan pelanggaran pemilu sejak dini.
"Kami menyambut baik dan siap memperkuat kemitraan ini. Bawaslu di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota siap bersinergi dengan kwartir untuk memberikan edukasi kepelumian, sehingga anggota Pramuka dapat menjadi agen pencegahan dan pengawas partisipatif yang berintegritas," ujar I Putu Agus Tirta Suguna di Denpasar.
Laboratorium Demokrasi bagi Pemilih Muda
Kemitraan Bawaslu dan Kwarda Bali diarahkan menjadikan Saka Adhyasta Pemilu sebagai laboratorium demokrasi. Anggota Pramuka dibina agar tumbuh sebagai pemilih cerdas, kritis, dan berani mengawal jalannya demokrasi yang adil di Bali.
Bagi Bawaslu, keberadaan Saka memperluas jangkauan pengawasan partisipatif ke segmen pemilih pemula. Bagi Kwarda, Saka memberi ruang pembinaan minat dan bakat yang sejalan dengan pendidikan kepramukaan.
Tahap berikutnya adalah penyusunan struktur pengurus Saka dan sinkronisasi program dengan Kwarcab se-Bali. Kedua lembaga menargetkan pembinaan berjalan berkelanjutan, bukan sekadar seremonial.