DENPASAR — Dua cabang lomba dipilih panitia untuk membangkitkan kembali minat generasi muda terhadap seni pertunjukan tradisi. Lomba Bapang Barong menyasar pelajar SMA/SMK se-Bali, sementara Beleganjur Garap Superstar terbuka sebagai ajang bertanding mahasiswa dan siswa.
Kembalinya perhelatan ini disambut hangat seniman muda dan kalangan akademisi. Bagi mereka, Utsawa Bali Sani menjadi angin segar di tengah kekhawatiran soal regenerasi seniman tradisional di Bali.
Dua Cabang Lomba Jadi Fokus Utama
Koordinator Lomba sekaligus Ketua Program Studi Pendidikan Seni Karawitan Keagamaan Hindu UNHI, I Putu Agustana, menyampaikan bahwa momentum ini dimanfaatkan untuk membangkitkan kembali minat generasi muda terhadap seni pertunjukan tradisi.
"Utsawa Bali Sani memang sudah lama vakum. Oleh karena itu, kami mulai dan bangkitkan kembali semangat bertanding serta berkarya mahasiswa dan siswa melalui dua lomba ini. Kami berharap ke depannya kegiatan ini dapat terus berlangsung secara konsisten dan menjadi agenda rutin kampus," ujar I Putu Agustana saat ditemui di sela-sela perlombaan, Senin (28/9/2026).
Pemilihan Bapang Barong untuk tingkat SMA/SMK se-Bali disebut bukan tanpa alasan. Kategori ini dinilai efektif mendekatkan lingkungan akademis UNHI kepada calon mahasiswa baru dari berbagai penjuru Bali.
Panggung Lomba Sekaligus Pintu Kenal Kampus
Melalui ajang ini, pelajar tidak hanya memperoleh pengalaman bertanding. Mereka juga mengenal lebih dekat fasilitas serta keunggulan Program Studi Seni Tari dan Pendidikan Seni Karawitan Keagamaan Hindu di UNHI.
Panitia berharap semangat berkarya para siswa tidak berhenti di tingkat sekolah. Mereka didorong melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi di UNHI untuk memperdalam teori, teknik, serta wawasan akademis dari seni yang mereka cintai.
Gelaran yang berpusat di lingkungan Kampus UNHI Denpasar ini menandai upaya kampus memperkuat posisinya sebagai ruang pelestarian seni budaya Bali. Setelah vakum cukup lama, Utsawa Bali Sani kini diarahkan menjadi agenda rutin yang konsisten digelar setiap tahun.