BALI — Kuala Lumpur menawarkan lima tempat kuliner yang konsisten diburu wisatawan Indonesia, mulai dari nasi kandar hingga kopi kekinian. Kawasan Bukit Bintang dan sekitarnya menjadi titik utama perburuan ini, dengan kisaran harga yang ramah kantong. Antrean panjang di beberapa gerai jadi pemandangan biasa, terutama pada akhir pekan dan musim liburan.
Nasi Kandar Pelita berdiri sebagai salah satu gerai paling sering dikunjungi pelancong Indonesia di Kuala Lumpur. Restoran ini mengkhususkan diri pada hidangan India Muslim dan baru-baru ini masuk daftar Heritage Food Trail 2025. Status tersebut menempatkannya sejajar dengan warisan kuliner lain yang diakui di Malaysia.
Menunya berpusat pada nasi putih dengan aneka lauk pilihan. Pengunjung bisa memilih kari sotong, ayam goreng madu, hingga kari kepiting sebagai pendamping. Kuah kari yang disiramkan di atas nasi jadi ciri khas yang membedakan nasi kandar dari hidangan sejenis.
Kombinasi Sambal dan Teh Tarik
Selain lauk utama, Nasi Kandar Pelita menyediakan sambal merah dan sambal hijau yang bisa ditambahkan sesuai selera. Sayuran juga tersedia untuk melengkapi porsi. Minuman pendamping yang paling pas adalah teh tarik, disajikan hangat maupun dingin.
Bagi wisatawan yang baru pertama kali mencoba, kombinasi nasi, kari campur, dan teh tarik menjadi paket paling aman. Porsi lauk bisa disesuaikan dengan selera dan kantong, karena sistem penyajiannya memungkinkan pengunjung memilih sendiri.
Mon Chinese Beef Roti di Bukit Bintang
Mon Chinese Muslim Beef Roti sempat viral di kawasan Bukit Bintang dan menarik perhatian wisatawan Indonesia. Jajanan halal ini membuat banyak orang rela mengantre panjang demi mencicipinya. Roti daging tersebut terinspirasi dari kuliner tradisional komunitas Muslim di China yang dikenal sejak sekitar 1.200 tahun lalu.
Tersedia dua pilihan isian, yaitu daging sapi dan daging ayam. Bentuk rotinya pipih dan sekilas menyerupai roti maryam yang populer di Indonesia. Bagian luarnya renyah, sementara bagian dalamnya lembut dan berlapis.
Lokasinya yang berada di jantung Bukit Bintang membuat gerai ini mudah dijangkau dengan berjalan kaki dari pusat perbelanjaan. Antrean biasanya memanjang pada sore hingga malam hari, saat kawasan tersebut ramai oleh wisatawan.
Oriental Kopi dan Milo Dinosaur
Oriental Kopi termasuk kedai kopi populer di Kuala Lumpur yang ramai dikunjungi wisatawan, termasuk pelancong dari Indonesia. Kafe ini mengusung konsep modern dengan sentuhan kedai kopi tradisional. Kabar terbaru menyebut Oriental Kopi akan segera hadir di Jakarta.
Selain aneka racikan kopi, Oriental Kopi dikenal lewat Milo Dinosaur, minuman cokelat malt dingin dengan taburan bubuk Milo melimpah. Pilihan makanan ringannya juga menarik perhatian, terutama egg tart dengan isian custard lembut serta polo bun yang jadi favorit pengunjung.
Egg tart dan polo bun kerap dibeli wisatawan Indonesia untuk dijadikan oleh-oleh. Keduanya cocok dibawa pulang karena tahan perjalanan dalam waktu singkat, meski sebaiknya dikonsumsi pada hari yang sama agar teksturnya tetap optimal.
Cara Menuju dan Waktu Terbaik Berkunjung
Kelima gerai ini tersebar di area yang relatif berdekatan, dengan Bukit Bintang sebagai pusatnya. Dari Bandara Internasional Kuala Lumpur, perjalanan menuju pusat kota memakan waktu sekitar satu jam lewat jalan tol. Di dalam kota, wisatawan bisa memanfaatkan MRT, LRT, atau taksi daring untuk berpindah antar lokasi.
Waktu terbaik untuk berburu kuliner adalah pagi hari sebelum pukul 11.00 atau setelah pukul 14.00, saat antrean belum terlalu panjang. Akhir pekan dan musim liburan sekolah menjadi periode paling padat, sehingga wisatawan perlu menyiapkan waktu tunggu lebih lama.
Untuk harga, bahan tidak menyebut nominal pasti tiap menu. Wisatawan disarankan mengecek langsung di lokasi atau melalui aplikasi peta dan ulasan terbaru, karena harga dapat berubah mengikuti musim dan kebijakan masing-masing gerai.
Tips Kulineran di Kuala Lumpur
Bawa uang tunai secukupnya karena sebagian gerai kaki lima belum menerima pembayaran kartu. Kenakan pakaian yang nyaman dan siapkan air minum, terutama jika berkunjung siang hari. Untuk gerai yang viral, datang lebih awal atau pilih jam sepi agar tidak menghabiskan waktu di antrean.
Perhatikan juga aturan halal dan kebiasaan setempat. Sebagian besar gerai yang disebut di atas menyajikan makanan halal, sehingga aman bagi wisatawan Muslim. Jika membeli oleh-oleh seperti egg tart atau polo bun, tanyakan daya tahannya agar tidak rusak di perjalanan.
Durasi ideal untuk menjelajahi kelima gerai ini adalah dua hari, dengan pembagian satu kawasan per hari. Dengan begitu, wisatawan bisa menikmati setiap hidangan tanpa terburu-buru dan tetap punya waktu mengunjungi destinasi lain seperti Menara Kembar Petronas.