BALI — PT Pertamina Patra Niaga mengubah 837 SPBU menjadi Green Energy Station dengan 112 fasilitas pengisian daya dan 122 penukaran baterai untuk kendaraan listrik. Langkah ini bagian dari kolaborasi tiga BUMN lewat program Motor Listrik Nasional bersama PLN dan Len Industri.
Jakarta, 31 Oktober 2026 — Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) di Jakarta pada Selasa, 27 Oktober 2026. Ketiga perusahaan pelat merah itu sepakat membangun ekosistem energi yang menopang pertumbuhan motor listrik di Tanah Air.
Direktur Pemasaran Retail Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky, menyebut kerja sama lintas BUMN ini sebagai langkah strategis perusahaan untuk mengambil peran dalam transisi energi nasional, khususnya di sektor transportasi roda dua.
"Melalui kolaborasi lintas BUMN ini, kami ingin memastikan bahwa transisi menuju kendaraan listrik tidak hanya berhenti pada penyediaan unit kendaraannya saja, tetapi juga didukung oleh ekosistem energi yang handal, mudah diakses, dan merata di berbagai wilayah," ujar Eko Ricky dalam keterangan tertulis, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Fokus pada Infrastruktur Hilir
Dalam proyek Molinas, Pertamina Patra Niaga memusatkan perannya pada penyediaan infrastruktur hilir. Jaringan SPBU dan titik ritel strategis milik perusahaan diintegrasikan dengan fasilitas pengisian daya (charging) serta penukaran baterai (swapping) motor listrik.
Pendekatan ini memanfaatkan aset yang sudah ada, sehingga pembangunan ekosistem kendaraan listrik tidak perlu memulai dari nol. Pengguna motor listrik bisa mengakses layanan energi di lokasi yang selama ini melayani kendaraan berbahan bakar fosil.
837 SPBU Bertransformasi
Hingga kini, 837 SPBU Pertamina telah dikembangkan menjadi Green Energy Station di berbagai wilayah Indonesia. Dari jumlah itu, sebanyak 112 unit EV Charging Station dan 122 unit Battery Swapping Station sudah tersedia untuk melayani kebutuhan kendaraan listrik, termasuk motor listrik.
"Transformasi SPBU menjadi Green Energy Station melalui penyediaan infrastruktur pengisian dan penukaran baterai ini merupakan wujud nyata kesiapan kami dalam menghadirkan ekosistem energi masa depan yang andal dan mudah diakses oleh masyarakat," ungkap Eko Ricky.
Jumlah fasilitas penukaran baterai yang lebih banyak dari stasiun pengisian daya mencerminkan orientasi awal program pada segmen roda dua. Motor listrik berbasis baterai tukar dinilai lebih praktis bagi pengendara harian karena tidak perlu menunggu waktu pengisian yang lama.
Sinergi Tiga BUMN dan Target Emisi
Sinergi Pertamina, PLN, dan Len Industri diharapkan mempercepat terwujudnya kemandirian industri kendaraan listrik dalam negeri. Program ini juga dikaitkan dengan target pemerintah menurunkan emisi karbon di sektor transportasi secara berkelanjutan.
PLN berperan pada sisi penyediaan daya listrik, sementara Len Industri masuk pada rantai teknologi dan komponen pendukung. Pertamina menutup rangkaian itu dari sisi infrastruktur energi yang bersentuhan langsung dengan pengguna jalan.
"Melalui kolaborasi strategis antar-BUMN ini, kami optimis ekosistem kendaraan listrik nasional tidak hanya sekadar tumbuh, tetapi benar-benar mandiri dan berdaya saing global demi masa depan energi Indonesia yang lebih bersih," ucap Eko Ricky.
Bagi konsumen, perluasan fasilitas di SPBU memberi kepastian bahwa motor listrik bisa dipakai untuk perjalanan harian tanpa khawatir kehabisan daya di tengah jalan. Bagi investor, langkah ini menandai pergeseran model bisnis SPBU dari sekadar penjual bahan bakar ke penyedia layanan energi beragam.
Ke depan, skala jaringan Pertamina yang tersebar hingga pelosok menjadi modal utama program Molinas. Dengan 837 Green Energy Station yang sudah beroperasi, infrastruktur dasar ekosistem kendaraan listrik nasional kini berdiri di atas jaringan ritel energi terbesar di Indonesia.