MANGUPURA — Udara dingin yang menusuk di Bali pada malam dan pagi hari mulai dikeluhkan warga. Suhu minimum tercatat 20 derajat Celcius di wilayah Jembrana, sementara di Denpasar dan Kuta mencapai 22 derajat Celcius. Fenomena ini diprediksi berlangsung hingga Agustus mendatang.
Warga Merasakan Dampak Langsung: Tangan Gemetar hingga Berjemur di Pagi Hari
Nyoman Sarjana, seorang agen koran di Denpasar, mengaku kaget saat berkendara dari Gianyar menuju Kota Denpasar pada Jumat pagi. “Ya, hari ini saya rasakan sangat dingin. Tangan sampai merasa bergetar,” ujarnya.
Ia menyebut kondisi ini sudah terasa sejak malam sebelumnya. Untuk menghangatkan tubuh, Nyoman memilih berjemur di bawah sinar matahari pagi setelah tiba di Denpasar. “Makanya saya ingin menjemur diri pagi ini supaya kembali sehat dan mendapatkan sinar matahari,” katanya.
Penyebab Suhu Dingin: Gerak Semu Matahari dan Angin dari Australia
Prakirawan BBMKG Wilayah III Denpasar, Diana Hikmah, menjelaskan suhu dingin ini dipicu oleh posisi matahari yang berada di Belahan Bumi Utara (BBU). Akibatnya, wilayah Indonesia bagian selatan khatulistiwa seperti Bali mengalami defisit penyinaran matahari.
Selain itu, Benua Australia tengah memasuki musim dingin. Tekanan udara tinggi di Australia mendorong massa udara dingin menuju Indonesia melewati Bali. “Langit yang cenderung cerah dengan sedikit tutupan awan akan mengakibatkan panas radiasi matahari langsung dilepas ke atmosfer, sehingga udara dekat permukaan terasa lebih dingin terutama pada malam hingga pagi hari,” jelas Diana.
Berapa Lama Suhu Dingin di Bali Akan Berlangsung?
Menurut BMKG, fenomena ini merupakan siklus tahunan yang normal terjadi pada Juni, Juli, dan Agustus. Suhu dingin pada malam hari diprediksi masih akan terasa hingga Agustus mendatang. “Fenomena suhu dingin ini merupakan fenomena yang normal terjadi berulang setiap tahunnya,” tegas Diana.
Ia menambahkan, suhu semalam bisa dikatakan cukup dingin karena berada di bawah nilai suhu rata-rata bulanan. Wilayah dataran tinggi atau pegunungan biasanya merasakan suhu lebih dingin, namun pengamatan BMKG saat ini belum mencakup area tersebut.
Imbauan BMKG: Waspada Gelombang Tinggi dan Jaga Kesehatan
Selain suhu dingin, BMKG juga mengingatkan potensi tinggi gelombang laut mencapai 2,5 meter di perairan selatan Bali. Masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku pariwisata, diminta waspada.
Diana mengimbau warga menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, dan menggunakan pakaian hangat pada malam hari. “Perbandingan suhu udara saat ini dengan tahun-tahun sebelumnya masih memiliki trend yang sama,” pungkasnya.
Apa yang Harus Dilakukan Warga Saat Suhu Dingin?
BMKG menyarankan warga menghindari aktivitas berlebihan yang memicu kelelahan. Mengenakan jaket atau pakaian tebal pada malam hari sangat dianjurkan. Berjemur di pagi hari juga bisa membantu mengembalikan suhu tubuh normal.