Pencarian

Chow Teng Poh, Warga Singapura, Raih Doktor di Undiksha Bali Lewat Disertasi EduGana Berbasis Tri Hita Karana

Rabu, 15 Juli 2026 • 19:26:31 WIB
Chow Teng Poh, Warga Singapura, Raih Doktor di Undiksha Bali Lewat Disertasi EduGana Berbasis Tri Hita Karana
Chow Teng Poh, warga negara Singapura, meraih gelar doktor di Undiksha Bali dengan disertasi berjudul EduGana yang berbasis filosofi Tri Hita Karana.

BULELENG — Chow Teng Poh bukan sekadar mengejar gelar doktor. Warga negara Singapura ini datang ke Bali untuk merancang model pembelajaran yang menjawab persoalan pendidikan abad ke-21: bagaimana teknologi tidak melahirkan generasi yang cakap secara digital, tetapi kehilangan karakter.

Disertasinya di Program Pascasarjana Undiksha mengembangkan EduGana, sebuah ekosistem pembelajaran adaptif-pervasif. Pendekatan ini memungkinkan siswa belajar tidak hanya di kelas, tetapi melalui aplikasi digital, aktivitas di rumah, video pembelajaran, portal guru, hingga pengalaman sehari-hari.

Mengapa Tri Hita Karana Menjadi Fondasi EduGana?

Chow memilih filosofi Bali itu sebagai landasan karena mengajarkan tiga keharmonisan: hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan. Menurutnya, kemajuan teknologi tidak boleh menjauhkan peserta didik dari nilai-nilai kemanusiaan.

“Siswa diajak tidak sekadar menggunakan teknologi, melainkan memahami nilai moral, berpikir kritis, berefleksi, dan bertanggung jawab atas penggunaan teknologi,” demikian isi disertasi yang dibimbing Prof. Dr. Ni Nyoman Parwati itu.

Model DBIR: Teknologi Memperkuat, Bukan Menggantikan Guru

Lewat pendekatan Design-Based Implementation Research (DBIR), Chow merancang aktivitas belajar yang memberi ruang bagi setiap anak untuk belajar sesuai kebutuhan, kesiapan, dan ritme masing-masing. Guru tetap menjadi aktor utama—teknologi hanya alat yang memperkuat peran pendidik.

EduGana, kata Chow, hadir untuk menjawab tantangan dunia pendidikan saat ini: membentuk generasi yang cakap digital sekaligus berkarakter kuat. Model ini sudah diuji di sejumlah sekolah dasar di Bali.

Direktur Pascasarjana: Capaian Ini Bukti Kepercayaan Internasional

Direktur Program Pascasarjana Undiksha, Prof. Dr. I Nyoman Jampel, menyebut keberhasilan Chow sebagai momen penting. Ia menjadi mahasiswa asing pertama yang lulus dari Program Doktor Teknologi Pendidikan di kampus tersebut.

“Keberhasilan Dr. Chow Teng Poh merupakan kebanggaan bagi Program Pascasarjana Undiksha. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas penyelenggaraan pendidikan doktor di Undiksha semakin mendapat kepercayaan dari masyarakat internasional,” ujar Prof. Jampel.

Ia berharap Chow dapat menjadi duta akademik yang memperkenalkan kualitas pendidikan Undiksha ke tingkat global. Menurutnya, EduGana membuktikan bahwa transformasi digital di bidang pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan kecanggihan teknologi.

“Inovasi pendidikan juga harus berpijak pada budaya, karakter, dan nilai-nilai kemanusiaan agar mampu memberikan dampak yang nyata bagi peserta didik,” kata Prof. Jampel.

Kisah Chow Teng Poh menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas negara mampu melahirkan inovasi yang berakar pada kearifan lokal, namun memiliki relevansi global. Dari Bali, melalui Undiksha, ia membawa pesan bahwa teknologi dan pendidikan akan memberikan manfaat terbaik ketika berjalan seiring dengan nilai, budaya, dan kemanusiaan.

Bagikan
Sumber: balinetizen.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks