BALI — Brasil mengincar posisi juara Grup C Piala Dunia 2026 saat berhadapan dengan Skotlandia. Kemenangan akan memastikan langkah mereka ke babak 32 besar sekaligus menghindari logistik perjalanan yang lebih rumit. Saat ini Selecao memuncaki klasemen dengan empat poin, unggul selisih gol atas Maroko yang juga mengoleksi angka sama.
Vinicius Makin Tajam: 3 Gol dan 3 Assist dalam Lima Laga
Vinicius Junior menjadi motor serangan Brasil di turnamen ini. Dalam dua pertandingan awal, ia menciptakan dua gol dan satu assist—membantu tim menahan imbang Maroko 1-1 dan menghancurkan Haiti 3-0. Catatan itu memperpanjang tren positifnya: total tiga gol dan tiga assist dalam lima penampilan terakhir bersama tim Samba.
Gelandang Brasil, Lucas Paqueta, menilai bahwa kedekatan Vinicius dengan pelatih Carlo Ancelotti menjadi faktor kunci kebangkitan sang winger. Ancelotti, yang pernah menangani Vinicius di Real Madrid, kini kembali memimpin tim nasional.
Pujian Paqueta: "Dia Kini Lebih Menentukan"
“Ya, Vini memang sedang dalam laju bagus dengan tim nasional. Dia lebih menonjol, dan kini lebih menentukan,” ujar Paqueta dikutip dari AS. Mantan pemain AC Milan dan West Ham itu menambahkan bahwa faktor kepercayaan terhadap pelatih sangat berpengaruh. “Sekarang dia memiliki pelatih yang dia kenal dan lebih dia percaya. Kurasa hal itu bagian dari ini: ketika kami bermain lebih lama, banyak hal mulai berjalan sesuai rencana,” lanjutnya.
Target Juara Grup Demi Keuntungan Logistik
Brasil tak hanya ingin lolos, tetapi juga finis sebagai juara grup. Paqueta secara terbuka menyebut target itu berkaitan dengan kemudahan jadwal dan pemulihan pemain. “Tujuan kami adalah finis pertama. Ini menyangkut masalah logistik yang mempermudah perjalanan dan waktu pemulihan. Itulah tujuannya,” tegasnya.
Untuk mewujudkannya, Brasil harus mengalahkan Skotlandia yang mengantongi tiga poin. Hasil imbang atau kekalahan bisa membuka peluang Maroko menyalip posisi puncak jika mereka menang di laga lain.