Pencarian

Bupati Badung Ikuti Prosesi Mulang Pekelem di Pura Luhur Uluwatu, Puluhan Ribu Umat Diperkirakan Hadir Setiap Hari

Selasa, 07 Juli 2026 • 20:05:31 WIB
Bupati Badung Ikuti Prosesi Mulang Pekelem di Pura Luhur Uluwatu, Puluhan Ribu Umat Diperkirakan Hadir Setiap Hari
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memimpin prosesi Mulang Pekelem di Pura Luhur Uluwatu.

BADUNG — Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memimpin langsung prosesi Mulang Pekelem pada puncak Karya Tawur Balik Sumpah Agung di Pura Luhur Uluwatu, Selasa (7/1/2026). Ritual ini menjadi puncak rangkaian upacara yang telah berlangsung sejak satu bulan lalu di kawasan Pantai Pura Luhur Uluwatu, Desa Adat Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan.

Mulang Pekelem merupakan prosesi sakral berupa persembahan suci ke tengah samudra. Ritual ini menjadi simbol penyelarasan hubungan manusia dengan alam semesta, sekaligus permohonan keseimbangan dan keselamatan jagat.

Rangkaian Upacara dan Makna Mulang Pekelem

Sebelum mengikuti prosesi, Bupati bersama Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, jajaran perangkat daerah, Ketua TP PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, serta Bendesa Adat Pecatu dan pengempon pura, menghaturkan bhakti di Utama Mandala Pura Luhur Uluwatu. Seluruh rangkaian upacara utama di mandala pura rampung, baru kemudian prosesi Mulang Pekelem digelar di kawasan pantai.

“Kami hadir bersama masyarakat sebagai wujud bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa sekaligus mendukung pelaksanaan Karya Tawur Balik Sumpah Agung,” ujar Bupati I Wayan Adi Arnawa. Ia menambahkan, melalui yadnya ini, doa bersama dipanjatkan agar alam semesta tetap harmonis dan Kabupaten Badung senantiasa damai serta sejahtera.

Dukungan Pemkab Badung dan Target Situasi Kondusif

Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam mendukung pelaksanaan upacara keagamaan, khususnya di Pura Luhur Uluwatu. Pura ini merupakan salah satu Pura Sad Kahyangan di Bali yang berada di wilayah Badung, bersama Pura Luhur Puncak Mangu.

“Dukungan ini merupakan ungkapan rasa bhakti dan syukur kami, dengan harapan kerahajengan dan kasukertan jagat senantiasa tercipta di Kabupaten Badung,” tegasnya. Ia juga menyebut, pelaksanaan tawur menjadi bentuk doa bersama agar situasi di Badung, Bali, hingga Indonesia tetap aman dan kondusif di tengah dinamika geopolitik dunia.

Antisipasi Kepadatan: 30.000-40.000 Umat Per Hari

Bendesa Adat Pecatu I Made Sumerta menjelaskan, rangkaian karya masih akan berlanjut hingga 14 Juli 2026. Selama masa pujawali, jumlah pemedek yang datang diperkirakan mencapai puluhan ribu orang setiap harinya.

“Jumlah pemedek yang melakukan persembahyangan dapat mencapai sekitar 30.000 hingga 40.000 orang dalam sehari,” ungkapnya. Namun, pada hari puncak jumlahnya justru lebih landai karena banyak umat juga melaksanakan pujawali di sanggah maupun paibon masing-masing.

Untuk mengantisipasi kepadatan, pengempon pura menerapkan pengaturan khusus. Pada hari puncak, pemedek diarahkan melakukan persembahyangan di area penyawang atau bagian bawah pura mulai pukul 08.00 hingga 18.00 Wita. Kebijakan ini diambil karena di Utama Mandala dan Madya Mandala sedang berlangsung rangkaian upacara dan upakara.

Bagikan
Sumber: lenteraesai.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks