KARANGASEM — Rombongan yang dipimpin langsung David Hurley beserta Ketua NCPI Bali, Agus Maha Usadha, tiba di kawasan Pura Besakih pada pagi hari. Turut hadir Linda Hurley, Ketut Ngastawa, Rob Goodfellow, dan Djani. Mereka disambut pengelola pura dan berkesempatan menyaksikan arsitektur serta tata kelola kawasan suci yang menjadi daya tarik wisatawan mancanegara.
Pura Agung Besakih dikenal sebagai "Mother Temple of Bali", pura Hindu paling suci di Pulau Dewata yang berlokasi di lereng barat Gunung Agung. Dalam kesempatan itu, Hurley menyampaikan harapan besarnya tentang penyiapan strategi agar wisatawan yang datang mampu memahami esensi nilai spiritual Pura Besakih.
Pantau Langsung Kondisi Ground Zero dan Pantai Kuta
Setelah dari Karangasem, rombongan bergerak menuju monumen ground zero dan Pantai Kuta, ikon pariwisata Bali yang menjadi favorit wisatawan Australia. Hurley melihat langsung kondisi pantai yang pengelolaannya terus ditingkatkan oleh Pemerintah Kabupaten Badung, terutama dari sisi kebersihan dan tata ruang.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menerima audiensi rombongan yang diinisiasi NCPI Bali tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas kunjungan itu dan berterima kasih karena warga Australia menjadikan Bali sebagai tempat yang dikunjungi.
"Masyarakat Bali hidup sejahtera berkat pariwisata yang berakar pada budaya. Ekosistem dan kelestarian budaya ini wajib kita jaga. Kita berharap agar realita positif dari kunjungan lebih menjadi penyampaian pesan kondisi Bali," ujar Adi Arnawa.
Orang nomor satu di Badung itu juga memaparkan kondisi pariwisata daerahnya pada 2025-2026. Ia menyebut fokus pembangunan saat ini tertuju pada infrastruktur jalan baru Jimbaran–Pecatu–Uluwatu yang sudah dimulai, serta akses tambahan Canggu termasuk jalan lanjutan Gatot Subroto–Canggu.
Platform Dialog untuk Perkuat Hubungan Indonesia-Australia
Kunjungan ini merupakan rangkaian Great Sharing Session NCPI Bali 2026 yang digelar di Bali International Hospital (BIH), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur. Acara bertema "Bali–Australia: Continuing Future International Friendship with the Bali Spirit of the World" itu menghadirkan Hurley sebagai pembicara utama bersama sejumlah tokoh pariwisata dan akademisi.
Ketua NCPI Bali Agus Maha Usadha menjelaskan, forum ini dirancang sebagai platform strategis untuk dialog dan pertukaran ide. Tujuannya memperkuat persahabatan kedua negara melalui diplomasi budaya, berbagi pengetahuan, dan keterlibatan antarmasyarakat.
"Hubungan bilateral yang erat dan saling menguntungkan ini tercermin dari tingginya minat warga Australia terhadap Bali sebagai tujuan wisata—dan bahkan sebagai 'rumah kedua' bagi banyak orang. Hubungan yang langgeng ini harus terus dibina dan diperkuat," kata Agus Maha Usadha.
SmartTraveller: Komitmen Australia Ciptakan Wisatawan Santun
Hurley menegaskan Bali tetap menjadi destinasi favorit masyarakat Australia. Melalui sistem SmartTraveller, pemerintahnya berkomitmen mengedukasi warga agar menjadi wisatawan yang patuh hukum dan adat setempat.
"Australia sangat mencintai Bali. Melalui SmartTraveller, kami terus mengimbau warga Australia untuk selalu menghormati budaya Bali, mematuhi tata tertib, dan menjaga norma lokal. Kami ingin wisatawan Australia menjadi tamu yang santun dan menghargai tuan rumah," ujar Hurley.
Pihak Australia juga mengapresiasi langkah Pemkab Badung dalam membenahi infrastruktur pendukung pariwisata. Mereka menyatakan siap mendukung penyebaran informasi perjalanan yang akurat dan berbasis fakta agar tidak ada disinformasi mengenai pariwisata Bali.
"Kami selalu memperbarui informasi perjalanan secara akurat dan berbasis fakta. Kami siap mendukung dan menyampaikan kondisi sebenarnya di lapangan agar tidak ada disinformasi mengenai pariwisata Bali," pungkasnya.