BALI — Panitia Muktamar ke-35 NU meminta maaf kepada masyarakat atas potensi kemacetan dan pengalihan arus lalu lintas selama gelaran berlangsung. Permintaan maaf ini disampaikan langsung oleh Gus Ipul di Jombang saat meninjau kesiapan akhir penyelenggaraan acara yang akan dipusatkan di lingkungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
"Insyaallah presiden datang untuk membuka Muktamar pada 27 Agustus," kata Gus Ipul di Jombang, Senin (10/8).
Lonjakan Pengunjung dan Rekayasa Lalu Lintas di Jombang
Gus Ipul menyebut kehadiran Presiden Prabowo diprediksi menarik massa lebih besar dibanding hari biasa. Selain para peserta muktamar, warga nahdliyin dari berbagai penjuru daerah diperkirakan turut memadati lokasi kegiatan, termasuk area sekitar pesantren dan universitas setempat.
Peningkatan mobilitas ini, menurut dia, berdampak langsung pada kepadatan kendaraan di ruas jalan menuju lokasi. Panitia telah berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk mengatur arus kendaraan selama acara berlangsung.
"PBNU memohon maaf jika nanti selama penyelenggaraan Muktamar ada pengalihan lalu lintas atau mungkin menimbulkan kemacetan. Kami mohon maaf kepada masyarakat, khususnya yang berada di sekitar pesantren," ujarnya.
Persiapan Akhir di Tower 5 Unwaha
Dalam peninjauan terakhirnya, Gus Ipul bersama Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU, KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq, memeriksa kesiapan kamar peserta di Tower 5 Universitas KH A Wahab Hasbullah (Unwaha). Gus Ipul secara simbolis memasang stiker pembagian kamar dan memimpin apel panitia yang bertugas melayani peserta.
Ia menekankan makna historis penyelenggaraan muktamar kali ini. Menurutnya, Tambakberas memiliki keterkaitan erat dengan sejarah para pendiri NU (muassis), sehingga seluruh panitia diminta bekerja maksimal dan menjaga kekhidmatan acara.
"Kita kembali ke pangkuan muassis. Karena itu, mari kerahkan seluruh kemampuan kita. Kita berharap dari Muktamar ini mendapatkan keberkahan," kata Gus Ipul.
Pelayanan Terbaik untuk Para Kiai dan Ulama
Gus Rozaq mengingatkan bahwa menjadi tuan rumah muktamar adalah kehormatan besar yang belum tentu terulang. Ia meminta seluruh jajaran panitia menata niat dan memberikan pelayanan terbaik kepada para kiai, ulama, serta seluruh muktamirin yang hadir.
"Seratus tahun lagi belum tentu Muktamar kembali ke Tambakberas. Maka dari itu, mari kita serius melayani para ulama. Niatnya ditata, niat yang ikhlas," kata Gus Rozaq.
Ia menambahkan, perhelatan ini akan menjadikan Tambakberas sebagai pusat perhatian warga nahdliyin, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. "Seluruh dunia akan memandang Tambakberas. Terkait hal itu, mari kita tunjukkan pelayanan terbaik kita kepada para kiai, ulama, dan seluruh muktamirin," ujarnya.
Gus Ipul menyampaikan apresiasi kepada kepolisian, pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Jombang, serta masyarakat yang telah mendukung persiapan muktamar sejak awal.