DENPASAR — Peristiwa terjadi sekitar pukul 08.40 Wita. Warga baru mengetahui kebakaran lima menit berselang, sekitar pukul 08.45 Wita, setelah terdengar teriakan meminta pertolongan dari arah lokasi.
Titik api pertama kali muncul dari sebuah pos atau gubuk yang biasa digunakan sebagai tempat istirahat di sekitar rumah. Bangunan itu terbuat dari triplek, sehingga api cepat membesar.
Warga Sempat Padamkan Api dengan Ember dan Selang
Saksi, Lutfi (47), mengaku langsung keluar rumah begitu mendengar teriakan kebakaran dari tetangga. Ia melihat api berasal dari pos di sekitar rumah korban.
Lutfi bersama warga berupaya memadamkan api menggunakan ember. Upaya itu tidak membuahkan hasil karena material bangunan yang mudah terbakar dan kondisi angin saat kejadian.
Saksi lain, Siti Lailatul Fitrian (21), juga mendengar teriakan warga. Ia melihat gubuk telah terbakar dan api semakin membesar, lalu meminta bantuan warga sebelum menjemput pemilik rumah.
Pemilik rumah, Rohmawati (28), saat itu sedang berjualan di Pasar Renon. Ia bersama saksi segera kembali ke rumah dan mencoba memadamkan api dengan selang air.
Upaya tersebut gagal karena panjang selang terbatas. Warga kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Kerugian Versi Polisi dan Damkar Berbeda
Sejumlah personel dari pos pemadam kebakaran, TNI, kepolisian, BPBD TRC, serta relawan diterjunkan ke lokasi untuk menangani kebakaran.
Data kepolisian mencatat kerugian korban mencapai sekitar Rp 300 juta. Sementara laporan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar memperkirakan kerugian sekitar Rp 250 juta.
Luas area yang terbakar diperkirakan sekitar dua are. Barang yang hangus antara lain satu unit Daihatsu Ayla warna putih bernomor polisi DK 1572 BB, tiga unit sepeda motor Honda Vario, serta satu mesin pembersih ayam.
Penyebab Kebakaran Masih Simpang Siur
Terdapat keterangan berbeda dalam laporan awal soal penyebab kebakaran. Kepolisian menyebut api diduga berasal dari korsleting arus listrik pada pos tempat istirahat yang digunakan untuk sejumlah perangkat listrik.
Laporan pemadam kebakaran mencantumkan dugaan korsleting pada obat nyamuk elektrik. Petugas masih melakukan penanganan dan pendataan terkait kebakaran tersebut.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa itu. Rohmawati bersama anaknya telah dievakuasi ke rumah kerabat untuk sementara waktu.