Pencarian

Doktor UNHI Denpasar Temukan Model Hybrid Sewaka Dharma untuk Pelayanan Kesehatan di Biddokkes Polda Bali

Rabu, 26 Agustus 2026 • 19:08:31 WIB
Doktor UNHI Denpasar Temukan Model Hybrid Sewaka Dharma untuk Pelayanan Kesehatan di Biddokkes Polda Bali
Suasana sidang terbuka promosi doktor di UNHI Denpasar, Rabu (26/8/2026).

DENPASAR — Anak Agung Gede Dalem Pemayun dinyatakan lulus dengan predikat cum laude dalam sidang terbuka Program Studi Ilmu Agama dan Kebudayaan, Fakultas Ilmu Agama, Seni, dan Budaya UNHI Denpasar, Rabu (26/8/2026). Disertasi yang dipertahankannya berjudul "Implementasi Sewaka Dharma Dalam Mengoptimalkan Pelayanan Kesehatan di Biddokes Polda Bali".

Gelar doktor ini merupakan yang pertama bagi Dalem Pemayun. Sebelumnya, ia menyelesaikan pendidikan magister Administrasi Publik di Universitas Ngurah Rai dan sarjana Hukum di Universitas Dwijendra.

Memadukan SOP Modern dengan Kearifan Lokal Bali

Dalem Pemayun menemukan bahwa pelayanan kesehatan tidak cukup hanya mengandalkan standar operasional prosedur (SOP) dan manajemen modern. Nilai-nilai kearifan lokal perlu diakomodasi agar layanan kepada pasien menjadi lebih humanis.

"Kalau kita hanya dengan sistem sesuai SOP atau manajemen modern, kadang-kadang kita lalai atau tidak pernah memperhatikan kearifan lokal. Maka pelayanan atau suatu kepuasan itu tidak akan optimal," kata Dalem Pemayun seusai sidang promosi doktor.

Konsep manajemen hybrid yang dikembangkannya menempatkan Sewaka Dharma sebagai fondasi utama. Nilai ini menekankan pelayanan yang tulus, penuh empati, dan memuliakan orang yang dilayani.

Melayani Pasien Seperti Melayani Ibu Sendiri

Menurut Dalem Pemayun, penerapan Sewaka Dharma mampu membangun hubungan emosional antara petugas layanan dan pasien. Prinsipnya sederhana: berikan pelayanan terbaik sebagaimana kita memperlakukan orang tua sendiri.

"Kalau kita memberikan pelayanan sudah seperti ibu sendiri, begitu juga kita memberikan pelayanan kepada orang lain. Kita muliakan dia, kita hormati dia. Sehingga di situ ada rasa empati, ada rasa tulus ikhlas, ada rasa memiliki," ujarnya.

Model ini dinilai tidak hanya relevan untuk Biddokkes Polda Bali. Dalem Pemayun menyebut konsep tersebut dapat dikembangkan di berbagai lingkungan pelayanan publik lainnya, termasuk di luar Provinsi Bali.

Bukan Sekadar Kajian Akademik

Dalem Pemayun menegaskan hasil penelitiannya tidak boleh berhenti sebagai kajian akademik semata. Ia mendorong agar nilai Sewaka Dharma benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari maupun di institusi pelayanan.

"Jangan ilmu itu hanya dibaca, melainkan diimplementasikan," tegasnya.

Ia mencontohkan, penerapan prinsip pelayanan humanis bisa dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga. Hubungan emosional yang baik di dalam keluarga akan menjadi cermin bagi kualitas pelayanan di institusi yang lebih besar.

Riset Lanjutan Soal Pelayanan Terbuka Lebar

Ke depan, Dalem Pemayun berkomitmen melanjutkan penelitian mengenai Sewaka Dharma dan pengembangan konsep pelayanan. Menurutnya, ruang kajian di bidang ini masih sangat luas karena pelayanan menyentuh hampir seluruh aspek kehidupan manusia.

"Semua manusia dan semua yang ada di alam ini penuh dengan pelayanan. Bukan hanya di rumah sakit saja. Dari lingkungan yang terkecil, keluarga itu bagian daripada pelayanan," pungkasnya.

Follow pojokbali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: diksimerdeka.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks