DENPASAR — Perhelatan SENARILIP X menandai penyelenggaraan ke-10 sejak pertama kali digelar. Agenda tahunan UPA Bahasa PNB ini mempertemukan dosen, pengajar bahasa, dan pemakalah dari berbagai perguruan tinggi untuk membahas pengembangan ilmu bahasa di tengah derasnya perkembangan kecerdasan buatan.
Direktur PNB Prof. I Dewa Made Cipta Santosa menyebut kemajuan AI perlu menjadi momentum penguatan kajian linguistik dan inovasi pengajaran. Menurutnya, teknologi AI hanya berpengaruh di permukaan, sementara keilmuan linguistik yang lebih dalam tetap perlu dikembangkan.
"Teknologi AI hanya berpengaruh di permukaan. Keilmuan linguistik yang lebih dalam tetap perlu dikembangkan. Karena itu, kita harus adaptif dan inovatif agar ilmu bahasa terus berkembang serta memberikan manfaat bagi masyarakat, akademisi, dan para pemangku kepentingan," ujar Cipta Santosa.
Bahasa sebagai Penghubung Budaya dan Tantangan Bahasa Daerah
Cipta Santosa menambahkan, bahasa berperan sebagai penghubung informasi, pengetahuan, budaya, dan kemanusiaan. Perubahan sosial serta interaksi budaya memengaruhi perkembangan bahasa.
Di sisi lain, sejumlah bahasa daerah menghadapi tantangan karena mulai ditinggalkan generasi muda. Persoalan ini menjadi salah satu konteks yang melatarbelakangi diskusi tentang pembelajaran bahasa yang kontekstual dan berbasis lingkungan lokal.
Modul Bahasa Inggris Vokasi Berbasis English for Occupational Purposes
Salah satu materi yang dibahas adalah pengembangan modul Bahasa Inggris Vokasi oleh Dr. I Wayan Dana Ardika, yang baru menyelesaikan studi doktoral di Universitas Pendidikan Ganesha. Modul tersebut menggunakan pendekatan English for Occupational Purposes (EOP), bagian dari English for Specific Purposes (ESP).
Pendekatan EOP menyesuaikan pembelajaran Bahasa Inggris dengan bidang pekerjaan dan komunikasi profesional. Dengan begitu, mahasiswa vokasi tidak hanya belajar tata bahasa, tetapi juga berlatih berbahasa sesuai tuntutan profesi yang akan mereka jalani.
Tiga Pembicara Utama dari Thailand dan PNB
SENARILIP X menghadirkan tiga pembicara utama. Mereka adalah Jebamani Anthony, Ph.D. dari Asia Pacific International University, Thailand; Asst. Prof. Jeffrey Dawala Wilang, Ph.D. dari Suranaree University of Technology, Thailand; serta Dr. I Wayan Dana Ardika dari PNB.
Ketua UPA Bahasa PNB I Nyoman Rajin Aryana menjelaskan, seminar ini menjadi ruang pertukaran gagasan bagi dosen dan pengajar bahasa. Pembahasan mencakup metode pembelajaran kontekstual, sumber belajar digital, serta pemanfaatan lingkungan lokal.
Puluhan Pemakalah dan Peluang Publikasi Jurnal Terakreditasi
Kegiatan juga diisi sesi paralel dengan puluhan pemakalah dari berbagai perguruan tinggi. Artikel yang dipresentasikan direncanakan diterbitkan dalam prosiding ber-ISSN.
Karya terbaik yang lolos penelaahan berpeluang dipublikasikan di jurnal terakreditasi nasional, seperti Journal of Applied Studies in Language (JASL) dan Jurnal SOSHUM. Skema ini memberi insentif akademik bagi peserta untuk menghadirkan riset yang matang, bukan sekadar presentasi rutin.