TABANAN — Suasana semarak menyelimuti gelaran Festival Seni Budaya Islam yang baru-baru ini digelar di Tabanan, Bali. Festival yang berlangsung selama sehari penuh ini menjadi wadah bagi para pemuda untuk menunjukkan bakat seni Islami sekaligus memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat multikultural.
Dalam festival tersebut, panitia melombakan tiga cabang utama yang menjadi magnet bagi peserta. Ketiga cabang itu adalah Kasidah Rebana, Banjari Murni, dan Hadrah Kontemporer.
Mengapa Tiga Cabang Ini Dipilih?
Pemilihan tiga cabang lomba bukan tanpa alasan. Kasidah Rebana dan Banjari Murni merupakan genre musik Islami tradisional yang sudah mengakar di kalangan pesantren dan komunitas muslim di Bali. Sementara itu, Hadrah Kontemporer menjadi jembatan bagi generasi muda untuk mengekspresikan seni religi dengan sentuhan modern tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar.
Para peserta tampil bergantian sejak pagi hingga sore hari. Setiap penampilan dinilai langsung oleh dewan juri yang kompeten di bidangnya. Antusiasme penonton terlihat dari riuhnya tepuk tangan yang mengiringi setiap lantunan shalawat dan tabuhan rebana.
Kreativitas Muda Jadi Sorotan Utama
Festival ini tidak sekadar ajang perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bukti bahwa seni budaya Islam mampu menjadi medium pemersatu di tengah keberagaman Tabanan. Para peserta tidak hanya berlomba, tetapi juga saling belajar dan bertukar pengalaman.
Suasana kompetisi berlangsung ketat namun tetap hangat. Beberapa kelompok peserta bahkan terlihat saling memberi semangat sebelum naik panggung. Semangat kebersamaan ini yang kemudian dinilai sebagai nilai lebih dari festival tahunan tersebut.
Dampak bagi Generasi Muda dan Toleransi
Kegiatan seperti ini dinilai penting untuk terus digalakkan. Selain mengasah bakat, festival ini menjadi ruang aman bagi anak muda untuk berekspresi. Di sisi lain, keterbukaan acara yang bisa dihadiri masyarakat dari berbagai latar belakang juga memperkuat ikatan toleransi di tingkat akar rumput.
Panitia berharap festival ini bisa menjadi agenda rutin tahunan. Dengan terus berkembangnya antusiasme peserta, bukan tidak mungkin cabang lomba akan ditambah di masa mendatang. Yang jelas, harmoni yang tercipta dalam pentas seni ini menjadi modal sosial berharga bagi Tabanan ke depan.