BALI — Aliansi otomotif global Stellantis memperkuat cengkeramannya di pasar Asia dengan menandatangani kesepakatan manufaktur baru bersama Dongfeng Motor. Kerja sama ini akan memanfaatkan pabrik Dongfeng Peugeot Citroen Automobile di Wuhan untuk merakit dua model terbaru Peugeot dan dua model Jeep. Langkah ini menjadi krusial karena unit yang diproduksi tidak hanya ditujukan bagi konsumen domestik Tiongkok, tetapi juga diproyeksikan untuk pasar internasional.
Dari total nilai investasi 1 miliar Euro (sekitar Rp 16 triliun), Stellantis berkontribusi sebesar 130 juta Euro atau setara Rp 2,08 triliun. Proyek ambisius ini mendapatkan dukungan penuh dari kebijakan industri otomotif di Provinsi Hubei dan pemerintah kota Wuhan, yang mempermudah ekspansi kapasitas produksi untuk kendaraan ramah lingkungan.
Peugeot Fokus pada Sedan Estate dan SUV Flagship Berbasis Konsep Beijing
Dua model Peugeot yang akan lahir dari pabrik Wuhan ini mengambil inspirasi langsung dari mobil konsep yang sempat memukau publik di Beijing Motor Show baru-baru ini. Model pertama dikembangkan dari Concept 6, sebuah sedan rakish estate yang diprediksi menjadi penerus atau pendamping Peugeot 508 dengan desain garis atap melandai yang sporty.
Model kedua merupakan versi produksi dari Concept 8, yang akan diposisikan sebagai SUV flagship. Kendaraan ini memiliki dimensi lebih besar dibandingkan jajaran SUV Peugeot yang ada saat ini, termasuk 5008. Kehadiran model ini menunjukkan ambisi merek asal Prancis tersebut untuk bertarung di segmen kendaraan premium yang menawarkan ruang kabin ekstra lapang.
Jeep Siapkan Kendaraan Off-Road Bertenaga Energi Baru
Meskipun Stellantis masih menutup rapat detail teknis mengenai dua model Jeep yang akan diproduksi, mereka memastikan bahwa keduanya masuk dalam kategori off-road new energy vehicles (NEV). Ini berarti Jeep akan menghadirkan lini kendaraan tangguh dengan penggerak listrik murni (BEV) atau Plug-in Hybrid (PHEV) yang tetap mempertahankan kemampuan jelajah di medan berat.
Langkah Jeep ini sejalan dengan tren global yang menuntut kendaraan 4x4 mulai beralih ke elektrifikasi tanpa mengorbankan performa torsi instan saat melibas jalur non-aspal. Produksi di China memberikan keunggulan efisiensi biaya serta akses ke rantai pasok baterai yang sangat kompetitif di wilayah tersebut.
Strategi Hub Ekspor Global dan Pemanfaatan Teknologi EV
CEO Stellantis, Antonio Filosa, menyatakan bahwa kolaborasi yang telah terjalin selama lebih dari 30 tahun dengan Dongfeng menjadi modal kuat untuk memperkenalkan teknologi EV mutakhir. Filosa menekankan bahwa kendaraan-kendaraan ini dirancang untuk memenangkan kepercayaan pelanggan di seluruh dunia melalui merek yang sudah mapan.
"Dengan rekam jejak kolaborasi selama lebih dari tiga dekade dan keahlian otomotif bersama, Stellantis dan Dongfeng siap untuk lebih memanfaatkan kekuatan masing-masing dan memperkenalkan kendaraan baru dengan teknologi EV mutakhir dari merek yang dipercaya dan dicintai pelanggan di seluruh dunia," ujar Antonio Filosa.
Hingga saat ini, Stellantis belum merinci negara mana saja yang akan menjadi tujuan ekspor utama dari pabrik Wuhan tersebut. Namun, mengingat standar produksi global yang diterapkan, model-model ini berpotensi besar merambah pasar Eropa, Asia Tenggara, termasuk peluang masuk ke pasar Indonesia di masa mendatang.
Apa saja model baru yang akan diproduksi hasil kerja sama ini?
Terdapat empat model utama, yakni dua model Peugeot yang berbasis pada mobil konsep Concept 6 (sedan estate) dan Concept 8 (SUV flagship), serta dua model Jeep yang dikategorikan sebagai kendaraan off-road energi baru (listrik/hybrid).
Kapan produksi massal kendaraan ini akan dimulai?
Proses perakitan di pabrik Dongfeng Peugeot Citroen Automobile yang berlokasi di Wuhan dijadwalkan mulai berjalan pada tahun depan, yakni 2025.
Apakah mobil-mobil ini akan diekspor ke luar China?
Ya, Stellantis telah mengonfirmasi bahwa keempat model baru tersebut ditujukan untuk pasar global, meskipun daftar spesifik negara tujuannya belum diumumkan secara mendetail.