Kecelakaan bermula saat truk bermuatan makanan ringan yang melaju dari arah Gilimanuk menuju Denpasar mengalami gangguan mesin dan berhenti di bahu jalan. Dari arah berlawanan, truk tronton yang dikemudikan Tatang melaju dan terpaksa membanting stir ke kiri untuk menghindari kendaraan yang mengambil sebagian badan jalan itu.
“Nahas, truk malah terguling,” ujar Kapolsek Pekutatan, Kompol Benyamin Nikijuluw, Kamis sore.
Evakuasi Berlangsung Hingga Sore Hari
Personel piket Polsek Pekutatan langsung mendatangi lokasi begitu menerima laporan warga. Petugas mengamankan tempat kejadian dan mengatur arus lalu lintas untuk mencegah kemacetan panjang di jalur padat tersebut.
Proses evakuasi melibatkan jasa derek yang berkoordinasi dengan kepolisian. “Arus kendaraan mulai lancar sekitar pukul 15.10 WITA,” kata Kompol Benyamin. Evakuasi berlangsung aman tanpa hambatan berarti.
Truk Bermuatan Makanan Ringan Jadi Pemicu
Kendaraan yang mengalami gangguan mesin dan terparkir di bahu jalan disebut sebagai pemicu utama insiden. Posisi bagian depan truk tersebut yang keluar dari bahu jalan memaksa truk tronton dari arah berlawanan melakukan manuver mendadak.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Kerugian material masih dalam pendataan petugas.
Imbauan untuk Pengemudi Angkutan Berat
Kapolsek Pekutatan mengimbau para pengemudi, khususnya kendaraan angkutan berat, untuk selalu memeriksa kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan. Pengecekan menyeluruh menjadi krusial saat melintasi jalur tanjakan dan tikungan di wilayah Pekutatan yang rawan kecelakaan.
“Pastikan rem, mesin, dan perlengkapan lain dalam kondisi prima. Jangan memaksakan diri jika kendaraan tidak layak jalan,” tegasnya.
Jalur Denpasar–Gilimanuk merupakan salah satu lintasan utama di Bali yang menghubungkan kawasan selatan dengan Pelabuhan Gilimanuk. Truk-truk pengangkut logistik dan sembako kerap melintas di rute ini setiap hari.