NEGARA — Proyek pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan di Kabupaten Jembrana memasuki babak final. Infrastruktur yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) ini ditargetkan mulai beroperasi penuh pada Juni 2026. Nilai investasi yang digelontorkan untuk proyek ini mencapai Rp 1 triliun.
Kehadiran pelabuhan modern ini disambut antusias oleh nelayan setempat. Selama ini, aktivitas bongkar muat hasil tangkapan kerap terhambat oleh keterbatasan fasilitas dan pendangkalan kolam pelabuhan. Dengan adanya pengembangan, diharapkan rantai pasok ikan dari Jembrana bisa lebih efisien.
Fasilitas Baru yang Dikerjakan di Tahap Akhir
Pada tahap final ini, sejumlah infrastruktur utama tengah diselesaikan. Pengerjaan meliputi perbaikan dan perpanjangan dermaga, pendalaman kolam pelabuhan, serta pembangunan cold storage dan tempat pelelangan ikan (TPI) yang lebih representatif. Semua fasilitas ini dirancang untuk menampung kapal berukuran lebih besar.
“Kami optimistis Juni 2026 semua sudah bisa dipakai. Ini akan mengubah wajah perikanan di Bali barat,” ujar salah satu pejabat di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam rilis yang diterima redaksi.
Harapan Nelayan: Biaya Logistik Lebih Murah
Para nelayan di Pengambengan dan sekitarnya selama ini mengeluhkan biaya operasional yang tinggi. Kapal-kapal besar kerap harus bersandar di pelabuhan lain karena kolam PPN Pengambengan terlalu dangkal. Akibatnya, biaya transportasi hasil tangkapan membengkak.
Dengan selesainya proyek ini, kapal berkapasitas 30 GT hingga 50 GT bisa langsung merapat. Nelayan juga tak perlu lagi memindahkan ikan ke kapal kecil untuk dibawa ke darat. Efisiensi ini diyakini bisa menekan harga pokok produksi dan meningkatkan pendapatan nelayan.
Dampak Ekonomi bagi Masyarakat Jembrana
Keberadaan PPN Pengambengan yang modern diprediksi memicu pertumbuhan ekonomi di kawasan pesisir barat Bali. Selain sektor perikanan, pelabuhan ini diharapkan menjadi pusat logistik yang mendorong tumbuhnya usaha pengolahan ikan, cold chain, dan jasa maritim lainnya.
Pemerintah Kabupaten Jembrana pun telah menyiapkan kawasan penyangga di sekitar pelabuhan. Rencananya, akan dibangun kawasan industri kecil perikanan yang terintegrasi dengan pelabuhan. Langkah ini untuk memastikan efek berganda dari proyek PSN tersebut benar-benar dirasakan oleh warga lokal.
Progres pembangunan saat ini berada di angka lebih dari 85 persen. Pekerjaan tersisa difokuskan pada penyelesaian instalasi listrik dan mekanikal di gedung-gedung utama. Tidak ada kendala berarti dalam proses pembebasan lahan yang sempat menjadi isu di tahun-tahun awal proyek.