BALI — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memutuskan untuk membebaskan tarif seluruh moda transportasi umum berbasis rel dan busway pada 27-28 Juni 2026. Kebijakan ini diumumkan langsung olehnya pada Senin (16/6) di Balai Kota, mencakup TransJakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta.
Program ini tidak hanya berlaku untuk transportasi. Pemprov juga menggratiskan tiket masuk ke sejumlah destinasi wisata milik daerah selama periode yang sama. "Kami ingin seluruh warga Jakarta bisa merayakan ulang tahun kota ini tanpa terbebani biaya transportasi dan rekreasi," ujar Pramono dalam konferensi pers.
Lima Rute dan Tiga Destinasi yang Dijamin Gratis
Seluruh koridor TransJakarta, termasuk rute non-BRT dan layanan mikrotrans, tidak dipungut biaya. Hal yang sama berlaku untuk 13 stasiun MRT Fase 1 dan 18 stasiun LRT Jabodebek yang berada di bawah kewenangan Pemprov.
- TransJakarta: 260 rute, termasuk 13 koridor BRT utama dan layangan feeder.
- MRT Jakarta: Fase 1 Lebak Bulus-Bundaran HI, beroperasi pukul 05.00-24.00 WIB.
- LRT Jakarta: Kelapa Gading-Velodrome, dengan jam operasi diperpanjang hingga pukul 22.00 WIB.
Destinasi Wisata Tanpa Tiket Masuk
Selain transportasi, Pramono memastikan warga bisa mengunjungi tempat rekreasi ikonik secara gratis. Destinasi yang dimaksud meliputi Taman Impian Jaya Ancol, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dan Kepulauan Seribu via kapal reguler Pemprov.
"Khusus untuk Ancol dan TMII, tiket masuk digratiskan, tetapi wahana bermain tetap berbayar seperti biasa," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Andhika Permata, di lokasi terpisah. Ia menambahkan, pengelola destinasi sudah menyiapkan skema antrean untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung.
Anggaran dan Mekanisme Operasional
Pemprov mengalokasikan dana sebesar Rp 45 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 untuk menutup biaya operasional selama dua hari gratis tersebut. Kepala Badan Pengelola Transportasi Jakarta (BPTJ) menyebutkan, tambahan armada akan disiagakan di titik-titik padat seperti Bundaran HI, Kota Tua, dan Blok M.
Pengguna tetap diwajibkan melakukan tap in dan tap out menggunakan kartu elektronik atau aplikasi JakLingko. "Ini untuk memastikan data pergerakan penumpang akurat, bukan untuk transaksi," ujar Direktur Utama TransJakarta, Welfizon Yuza.
Respons Pengguna dan Pengamat
Kebijakan ini mendapat sambutan positif dari komunitas pengguna transportasi umum. "Ini langkah bagus untuk mendorong orang beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi massal," kata Ketua Forum Warga Jakarta, Azas Tigor Nainggolan. Namun ia mengingatkan agar Pemprov mengawasi potensi kepadatan di jam sibuk.
Pengamat kebijakan publik Universitas Indonesia, Agus Pambagio, menilai program ini efektif sebagai kampanye jangka panjang. "Gratis dua hari bukan solusi kemacetan, tapi bisa menjadi momen edukasi bahwa transportasi umum itu nyaman," ujarnya.
Pramono menegaskan, evaluasi akan dilakukan setelah perayaan untuk menentukan apakah program serupa akan diadakan secara berkala. "Kami lihat dulu dampaknya terhadap volume penumpang dan keluhan di lapangan," pungkasnya.