Pencarian

Harga CPO Anjlok Rp175/kg di Tengah Rupiah Tembus Rp17.500, Petani Sawit di Riau dan Sumut Tertekan

Rabu, 13 Mei 2026 • 11:03:00 WIB
Harga CPO Anjlok Rp175/kg di Tengah Rupiah Tembus Rp17.500, Petani Sawit di Riau dan Sumut Tertekan
Harga CPO domestik turun Rp175/kg, berdampak pada petani sawit di Riau dan Sumut.

JAKARTAHarga tandan buah segar (TBS) sawit di tingkat petani berpotensi kembali tertekan setelah harga CPO domestik tercatat turun Rp175 per kilogram dalam sehari. Berdasarkan data tender PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN), harga CPO (tidak termasuk PPN) untuk penyerahan Franco Belawan dan Dumai ditutup di angka Rp15.150 per kilogram pada Selasa (12/5/2026). Angka ini lebih rendah dibandingkan posisi Senin kemarin yang masih bertengger di Rp15.325 per kilogram.

Mengapa Rupiah Melemah dan Harga Sawit Ikut Tergelincir?

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah dipicu oleh kombinasi faktor global dan domestik. Dari sisi eksternal, eskalasi konflik di Timur Tengah mendorong kenaikan harga minyak dunia dan meningkatkan ketidakpastian pasar, yang pada akhirnya menekan mata uang negara berkembang.

“Meningkatnya intensitas konflik di Timur Tengah telah mendorong kenaikan harga minyak dan ketidakpastian global, yang berdampak langsung pada tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah,” ujar Destry dalam pernyataan tertulisnya.

Sementara dari dalam negeri, tekanan bertambah akibat lonjakan permintaan valuta asing (valas) secara musiman untuk pembayaran utang luar negeri (ULN), dividen, dan kebutuhan dana haji.

Harga CPO di Pasar Global Ikut Tertekan

Pelemahan harga CPO domestik juga beriringan dengan pergerakan negatif di Bursa Malaysia Derivatives. Kontrak acuan CPO pengiriman Juli 2026 dibuka turun 20 ringgit atau 0,44% menjadi 4.496 ringgit per ton. Analis Interband Group of Companies, Jim Teh, memperkirakan harga CPO akan bergerak dalam rentang RM4.200 hingga RM4.300 dalam waktu dekat.

“Permintaan fisik untuk komoditas ini diperkirakan akan datang dari China, Pakistan, India, dan mungkin beberapa negara di Timur Tengah untuk melakukan peningkatan stok di tengah krisis Asia Barat,” katanya kepada Bernama.

Apa Dampaknya bagi Petani Sawit di Daerah?

Penurunan harga CPO di titik serah pabrik biasanya akan diikuti oleh penurunan harga TBS di tingkat petani dalam satu hingga dua pekan ke depan. Hal ini menjadi kekhawatiran baru bagi petani swadaya di Riau, Sumatera Utara, dan Kalimantan Barat yang saat ini tengah memasuki musim panen. Jika rupiah terus tertekan dan harga CPO tak kunjung pulih, margin keuntungan petani dipastikan semakin tipis di tengah biaya produksi yang tetap tinggi.

Bagikan
Sumber: sawitindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks