DENPASAR — Para pencinta buku di Bali dan sekitarnya patut mencatat tanggalnya. Big Bad Wolf (BBW) Books, pameran buku diskon besar-besaran yang terkenal dengan jargon "serigala" buku, akan kembali menyambangi Pulau Dewata pada 2026. Tahun ini, event tersebut tidak hanya soal berburu buku murah, tetapi juga membawa misi lingkungan.
Misi Literasi yang Berkelanjutan
Penyelenggara mengumumkan bahwa BBW 2026 akan menghadirkan sekitar satu juta buku dari berbagai genre. Namun yang berbeda, pameran kali ini akan mengintegrasikan kampanye pelestarian mangrove ke dalam rangkaian acara.
"Kami ingin pengunjung tidak hanya pulang dengan segudang buku, tetapi juga kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan, khususnya hutan mangrove yang menjadi benteng alam Bali," ujar perwakilan penyelenggara dalam keterangan resminya. Semangat ini diusung untuk memberikan dampak lebih luas dari sekadar transaksi jual-beli buku.
Mengapa Mangrove Jadi Sorotan?
Hutan mangrove di pesisir Bali selama ini menghadapi tekanan dari alih fungsi lahan dan abrasi. Dengan menggandeng pegiat lingkungan, BBW 2026 berharap bisa mengedukasi ribuan pengunjungnya. Sebagian hasil penjualan buku juga direncanakan akan disalurkan untuk program rehabilitasi mangrove di kawasan pesisir Bali.
Langkah ini dinilai strategis. Di satu sisi, minat baca masyarakat didorong lewat akses buku murah. Di sisi lain, kepedulian terhadap ekosistem pesisir yang kritis ikut terbangun.
Kapan dan di Mana Lokasinya?
Informasi lebih detail mengenai lokasi pasti dan tanggal pelaksanaan masih dalam tahap finalisasi. Namun, penyelenggara memastikan BBW 2026 akan kembali digelar dengan skala yang lebih besar dari edisi sebelumnya.
Bagi warga Bali dan wisatawan yang ingin berburu buku impor dengan harga diskon hingga 80 persen, event ini selalu menjadi agenda tahunan yang paling dinantikan. Dengan tambahan misi lingkungan, BBW 2026 diharapkan bisa menjadi percontohan bagi event literasi lain di Indonesia.