DENPASAR — Jadwal rerainan November 2026 mengacu pada penanggalan kalender Bali yang dirilis kalenderbali.org. Rangkaian hari suci bulan ini dibuka Banyu Pinaruh dan ditutup Soma Umanis Tolu, dengan Pagerwesi dan Tumpek Landep sebagai dua titik yang paling banyak diantisipasi umat.
Sejumlah rerainan bulan ini berkaitan langsung dengan aktivitas pertanian dan penyimpanan harta benda. Karena itu, kalender tidak hanya menandai hari pemujaan, tetapi juga memberi rambu soal pekerjaan yang sebaiknya ditunda.
Banyu Pinaruh hingga Pagerwesi di Awal Bulan
Pada 1 November 2026, umat memperingati Banyu Pinaruh sebagai permohonan anugerah Sang Hyang Saraswati. Ritualnya dilakukan dengan mandi air kumkuman, yakni air bersih yang dicampur bunga harum, lalu memohon tirta agar suci lahir dan batin.
Sehari kemudian, 2 November 2026, jatuh Soma Ribek. Hari ini diisi widhi widhana untuk menghormati beras di pulu dan padi di lumbung, sekaligus pemujaan kepada Dewi Sri sebagai tanda syukur atas kesuburan. Pada hari tersebut, menumbuk padi atau menjual beras sebaiknya tidak dilakukan.
Tanggal 3 November 2026 diperingati Sabuh Mas, yakni pemujaan kepada Hyang Mahadewa. Umat menghaturkan yadnya sebagai ungkapan syukur agar restu selalu menyertai harta dan barang berharga, termasuk perhiasan.
Pagerwesi pada 4 November 2026 menjadi hari payogan Hyang Pramesti Guru bersama Dewasa Nawa Sanga demi keselamatan alam dan isinya. Selain menghaturkan widhi widhana di Sanggah Kemulan, umat dianjurkan menenangkan pikiran lewat yoga semadhi.
Tilem Kelima, Tumpek Landep, dan Hari Bhatara Sri
Pada 9 November 2026 umat memperingati Tilem Kelima. Lima hari berselang, 14 November 2026, giliran Tumpek Landep yang diisi upacara selamatan untuk semua jenis alat tajam dan senjata.
Dalam Tumpek Landep, umat memohon ke hadapan Bhatara Siwa dan Sang Hyang Pasupati agar alat maupun senjata tetap bertuah. Dua hari setelahnya, 15 November 2026, berlangsung Redite Umanis Ukir dengan persembahan kepada Bhatara Guru di Sanggah Kemulan.
Tanggal 18 November 2026 jatuh Buda Wage Ukir, yang diisi persembahan kepada Sang Hyang Sri Nini dan Dewa Sadhana pada tempat penyimpanan harta benda. Kalender Bali mencatat hari itu tidak baik untuk membayar sesuatu.
Pada 20 November 2026, umat memperingati Hari Bhatara Sri. Menjelang akhir bulan, 24 November 2026, ada dua penanggalan sekaligus, yakni Anggar Kasih Kulantir dengan pemujaan kepada Bhatara Mahadewa dan Purnama Kenam.
Rangkaian ditutup Soma Umanis Tolu pada 30 November 2026. Hari ini diisi pemujaan kepada Bhatara-Bhatari di merajan atau paibon.
Ala Ayuning Dewasa Jumat, 6 November 2026: Apa Saja Pantangannya?
Kalender Bali mencatat lima Ala Ayuning Dewasa untuk Jumat, 6 November 2026. Masing-masing membawa rambu berbeda, dari soal membuat alat hingga larangan membangun rumah.
- Asuajeg Munggah — baik untuk membuat alat-alat yang menakutkan seperti lelakut. Tidak baik untuk menanam padi dan kacang-kacangan (Alahing dewasa 3).
- Carik Walangati — tidak baik untuk pernikahan atau wiwaha, atiwa-tiwa atau ngaben, dan membangun rumah (Alahing dewasa 3).
- Kala Jangkut — baik untuk membuat pencar, jaring, dan senjata (Alahing dewasa 4).
- Salah Wadi — tidak baik untuk Manusa Yadnya seperti wiwaha, mapendes, dan potong rambut, serta Pitra Yadnya seperti penguburan, atiwa-tiwa atau ngaben, nyekah, dan ngasti (Alahing dewasa 3).
- Pararasan — Laku Surya, Pancasuda: Tunggak Semi, Ekajalaresi: Suka Pinanggih, Pratiti: Awidya.
Bagi warga Bali yang hendak menggelar upacara atau memulai pekerjaan besar bulan ini, penanggalan di atas bisa jadi rujukan awal. Umat diimbau menyesuaikan jadwal dengan saran pemangku atau sulinggih di lingkungan masing-masing.