Pencarian

Band Arah Pulang Rilis Debut Kemarau dan Sang Penghujan 6 November 2026

Jumat, 06 November 2026 • 20:31:01 WIB
Band Arah Pulang Rilis Debut Kemarau dan Sang Penghujan 6 November 2026
Band Arah Pulang merilis single debut berjudul "Kemarau dan Sang Penghujan" pada 6 November 2026.

BALI — Band Arah Pulang resmi merilis single debut berjudul "Kemarau dan Sang Penghujan" pada 6 November 2026. Lagu bergenre cinematic alternative pop ini ditulis Jimmo Putra Petir, pencipta lagu "Gantung" yang sebelumnya berkolaborasi dengan Melly Goeslaw. Pembentukan band ini bermula dari pertanyaan Ferdy Tahier, vokalis Element, dalam sebuah podcast.

Jimmo Putra Petir mengisi posisi vokalis sekaligus penulis lagu di Arah Pulang, ditemani Tara Ekantoro Pilotz sebagai pengarah musik dan gitaris, Kelana Halim pada bass serta tata suara, dan Anggi Novalga yang menangani piano serta instrumen keyboard. Nama terakhir merupakan mantan personel Pilot Band dan Jiung Band.

Pertanyaan Ferdy Tahier dalam podcastnya menjadi titik balik. Ia heran mengapa Jimmo belum merilis karya solo maupun bersama band, padahal pengalaman Jimmo sebagai pencipta lagu sudah terbukti lewat "Gantung" bersama Melly Goeslaw. Keduanya bahkan pernah berduet dalam single "Pujaanku" untuk film Eiffel... I'm in Love (2003).

Jimmo juga dikenal sebagai personel Cockpit+, serta pernah bergabung dengan The Kadri Jimmo dan Makara Band. Percakapan dengan Ferdy itulah yang mendorong Jimmo dan Tara lebih serius menggarap penulisan serta aransemen lagu ini.

Kisah di Balik Lagu Kemarau dan Sang Penghujan

Lagu ini berangkat dari cerita seorang perempuan yang kehilangan orang tuanya. Kesedihan mendalam hampir merenggut hubungannya dengan sang kekasih.

"Lagu 'Kemarau dan Sang Penghujan' dilatarbelakangi kisah seorang perempuan yang kehilangan orang tuanya, hingga kesedihan yang mendalam hampir mengorbankan hubungannya dengan kekasih," kata Jimmo tentang lagu ini.

Tara menambahkan bahwa lagu ini menghadirkan monolog sebagai bentuk kontemplasi diri. Salah satu bagian lirik menegaskan bahwa segala sesuatu yang hilang akan hadir kembali.

"Segala sesuatu yang hilang nanti akan hadir kembali, sebagaimana tercermin dalam salah satu bagian lirik lagu. Tema ini dirasa sangat relevan dengan kondisi yang sedang dihadapi masyarakat saat ini, sekaligus menjadi afirmasi bagi diri sendiri bahwa segala sesuatu yang hilang nanti akan hadir kembali," kata Tara.

Perpaduan Piano, Gitar, dan Sampling Drum

Arah Pulang mengemas cerita itu lewat musik cinematic alternative pop. Aransemennya memadukan piano, gitar akustik dan elektrik, bass, serta sampling drum.

Penggarapan lagu melibatkan empat studio berbeda. Rekaman vokal, gitar, dan sketsa dasar dikerjakan di Apple Top Studio milik Jimmo. Perekaman piano analog berlangsung di SAE Studio Pejaten, sementara Galuh Musik Cibubur menjadi tempat pengisian gitar akustik.

Kelana Halim menutup proses produksi dengan mixing dan mastering di StudioKelana. Ia sebelumnya pernah menangani mixing untuk U2 ("You're The Best Thing About Me"), Once Mekel, Gigi, dan Slank.

Sudah Bisa Didengar di Platform Digital

Single "Kemarau dan Sang Penghujan" sudah tersedia di berbagai platform musik digital sejak 6 November 2026. Rilis ini menandai langkah pertama Arah Pulang di industri musik Indonesia.

Formasi yang menggabungkan penulis lagu berpengalaman dan musisi lintas proyek ini memberi Arah Pulang modal teknis yang mumpuni. Publik tinggal menunggu apakah pendekatan cinematic alternative pop mereka bisa menemukan pendengarnya di pasar musik nasional.

Follow pojokbali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks